ERA FM UNJ Sedang Mengudara

Seni, Budaya, dan Musik Bersatu di Closing Diphoria Fest 2026

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Edufriend! Setelah melalui rangkaian kegiatan selama 2 minggu di bulan September ini, Diphoria Fest 2026 resmi mencapai puncaknya yaitu melalui acara Closing yang digelar pada Sabtu, 19 September 2026, di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat. Dengan mengusung tema “Roots in Tradition, Rhythms of Unity”, acara ini memadukan seni, musik, dan budaya Aceh dalam satu panggung.

Dibuka dengan Opening, Dilanjutkan Berbagai Kompetisi

Rangkaian Diphoria Fest 2026 diawali dengan acara Opening pada 5 September 2026. Setelah pembukaan, rangkaian kompetisi mulai dilaksanakan pada 7 September 2026 dan berlangsung sepanjang bulan September hingga menjelang acara Closing pada 19 September 2026.

Berbagai kompetisi di bidang sains, olahraga, seni, dan keagamaan diselenggarakan untuk peserta didik dari jenjang TK hingga SMA. Pada jenjang TK, peserta mengikuti lomba mewarnai, solo vocal, serta menghafal surat pendek.

Sementara itu, jenjang SD menghadirkan kompetisi futsal, basket, solo vocal, menggambar, tari tradisional, storytelling, DDSC, azan, pildacil, dan MHQ.

Keseruan kompetisi juga berlanjut pada jenjang SMP dengan lomba band, solo vocal, menggambar, tari tradisional, Ratoh Jaroe, Science/DDSC, adzan, pildacil, MHQ, futsal, FIFA, Mobile Legends, hingga basket. Untuk jenjang SMA, kompetisi yang digelar mencakup Ratoh Jaroe, futsal, dan basket.

Seluruh rangkaian perlombaan tersebut berlangsung hingga 19 September 2026, sebelum akhirnya ditutup melalui acara Closing Diphoria Fest 2026.

Pertunjukan Seni hingga Penampilan Musik Ramaikan Closing Diphoria Fest 2026

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Memasuki acara puncak, Closing Diphoria Fest 2026 dibuka dengan penayangan video, opening statement dari MC, menyanyikan Indonesia Raya, doa, serta sambutan dari pihak yayasan dan perwakilan terkait.

Nuansa budaya Aceh kemudian semakin terasa melalui penampilan Sendratasik Bek Laloe. Rangkaian pertunjukan menghadirkan Ratoh Jaroe, teater, pantomim, tari kreasi kain warna-warni, Tari Tarek Pukat, Tari Nelayan, hingga Tari Kontemporer Tsunami.

Tak hanya pertunjukan tradisional, panggung closing turut menampilkan solo vokal, musikalisasi dialog ibu dan anak, serta tari modern. Rangkaian pertunjukan seni kemudian ditutup dengan Closing Kolosal yang melibatkan para penampil dan panitia.

Suasana kemudian berlanjut dengan penampilan Ten2Five yang membawa nuansa nostalgia bagi para penonton. Lagu-lagu yang dibawakan mengajak para orang tua, guru, dan tamu yang hadir bernostalgia, sekaligus menikmati kembali karya-karya yang telah melekat di ingatan.

Setelah itu, RAN hadir membawa energi yang berbeda. Penampilannya memberikan semangat bagi para siswa, anak muda, serta panitia sekolah yang turut meramaikan acara. Interaksi dan energi dari panggung membuat suasana closing semakin hidup.

Menjelang akhir acara, panggung kembali diramaikan oleh PUSKESMAS, band yang beranggotakan siswa-siswi SMA Islam Dian Didaktika. Penampilan mereka menjadi salah satu bagian yang membuat suasana malam semakin meriah sekaligus menutup rangkaian Closing Diphoria Fest 2026 dengan hangat namun tetap semangat.

Menutup Diphoria Fest 2026 Dengan Meriah

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Setelah hampir dua pekan diisi dengan berbagai kompetisi dan pertunjukan, Diphoria Fest 2026 akhirnya sampai pada malam penutup. Beragam penampilan yang hadir di panggung menjadi bagian terakhir dari rangkaian acara yang telah dimulai sejak 5 September lalu.

Closing Diphoria Fest 2026 pun menjadi momen untuk menikmati sajian seni, budaya, dan musik bersama sebelum seluruh rangkaian acara berakhir. Menarik dan seru banget, ya, Edufriend! Yuk, simak terus informasinya supaya nggak ketinggalan keseruan lainnya!

 

Writer: Ahmad Rizqi Syahputra

Editor: Tim news director