ERA FM UNJ Sedang Mengudara

Kisah di Balik Album Deluxe Terbaru dari Lomba Sihir

(Sumber: Instagram @valleryyss)

Jakarta – Edufriend! Kabar gembira buat lo penikmat musik tanah air! Grup musik asal Jakarta, Lomba Sihir, akhirnya resmi merilis kelanjutan perjalanan musikal mereka lewat edisi deluxe bertajuk Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada 4 September 2026. Menghadirkan lima track anyar, rilisan ini bukan sekadar pemanis katalog diskografi, melainkan ruang aman penuh kejujuran bagi para personelnya untuk saling membuka cerita dan berefleksi lebih dalam kepada para pendengarnya.

Bukan Album Baru, Melainkan Menuntaskan Babak dengan Puas

Banyak yang penasaran, kenapa mereka memilih merilis format deluxe alih-alih meluncurkan album penuh ketiga? Dalam sesi press conference terbarunya, Arbok alias Baskara Putra menegaskan bahwa edisi ini hadir murni untuk melengkapi dan menyelesaikan era Obrolan Jam 3 Pagi secara tuntas. Mereka merasa masih ada kedalaman emosional yang belum terekspresikan di album sebelumnya.

Enrico alias Ico juga menuturkan perubahan pola pikir mereka. Jika di awal terbentuk Lomba Sihir berkarya tanpa ekspektasi yang membebani, kini mereka justru berani “kembali menyelam ke dalam” batin masing-masing. Berbeda dengan album debut mereka yang riuh dan penuh aneka warna, di lima lagu baru ini mereka leluasa menciptakan warna sonik yang belum pernah digarap sebelumnya. Rayhan Noor bereksplorasi lewat progresi chord yang segar dan kreatif, sementara Arbok menjajal piranti instrumen baru yang belum pernah ia sentuh di karya-karya terdahulu.

Ruang Aman dan Percakapan Organik Antarpersonel

Bagi kelima anggotanya, Lomba Sihir lebih dari sekadar unit kerja. Tristan Juliano menyebut band ini sebagai safe place untuk pulang dan mengekspresikan diri, sementara Arbok menganggapnya sebagai sarana mengobrol intim di tengah padatnya jadwal kesibukan di luar. Menariknya lagi, Natasha Udu membeberkan bahwa formasi panggung Lomba Sihir kini semakin dinamis dan luwes, di mana mereka bisa tampil menyesuaikan kondisi tanpa mengurangi kedalaman pesan lagu.

Kelima trek baru ini pun disusun layaknya obrolan meja makan yang saling menanggapi tanpa sensor atau intervensi ego. Ketika satu personel menumpahkan unek-unek personalnya, personel lain bebas menimpali dengan perspektif berbeda, baik itu menghibur, mengkritik, maupun memberi sudut pandang baru. Dari sinilah Rayhan memaknai judul album ini: setelah obrolan larut malam jam tiga pagi tuntas, orang-orangnya terbukti masih ada di sana, saling mendengarkan dan saling menjaga.

Refleksi Luka Cinta hingga Belajar Membahagiakan Diri

Kedalaman narasi dalam album ini terasa sangat relevan dengan dinamika hidup lo sehari-hari, Edufriend. Pada lagu “Cerita Cinta”, Udu menyoroti bagaimana kita kerap menormalisasikan luka atau perlakuan yang tidak sehat dalam sebuah relasi cinta hanya karena sudah terlalu familiar dengan rasa sakit sejak kecil. Diskusi hangat di dalam lagu ini mengajak para penggemar untuk bercermin agar tidak terus bersikap defensif.

Sementara itu, lagu “Hampir” menyuarakan pergulatan batin ketika tengah terjebak untuk berusaha memuaskan ekspektasi dua pihak yang bertolak belakang. Tristan membedah bahwa jika lo memaksakan diri membahagiakan semua orang tanpa mengendalikan waktu dan batas diri secara sehat, lo justru bakal kehilangan segalanya tanpa hasil apa pun. Trek ini bertindak sebagai tamparan sekaligus pelukan hangat agar lo sadar pentingnya mendahulukan kebahagiaan dan kewarasan diri sendiri terlebih dahulu.

Hadirnya Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi membuktikan kedewasaan Lomba Sihir dalam mengolah kerapuhan menjadi karya yang berdaya. Lima lagu baru ini bukan sekadar perpanjangan durasi, tetapi menjadi pengingat bahwa di balik segala riuh kehidupan, selalu ada ruang untuk saling memahami dan memulihkan diri.

Gimana, Edufriend? Lo udah kepoin album terbaru mereka? Yuk, langsung dengarkan Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi di platform streaming kesayangan dan jangan lupa amankan tiket Konser Ujung Dunia supaya bisa seru-seruan bersama Lomba Sihir!

 

Writer: Muhammad Rafi Al Fadlil

Editor: Tim News Director