Radio awalnya digunakan secara luas untuk komunikasi maritim dan pengiriman pesan telegraf (kode morse) menggunakan sinyal analog. Contoh penting penggunaannya adalah saat Perang Tsushima (1901) dan tenggelamnya RMS Titanic (1912).
- 1896: Guglielmo Marconi mematenkan telegraf nirkabel, yang menjadi titik awal teknologi radio modern.
- 1900: Reginald Aubrey Fessenden melakukan siaran radio pertama yang menggunakan suara manusia.
- 1904-1906: John Ambrose Fleming & Dr. Lee deForest menemukan tabung elektron (audion), memungkinkan transmisi gelombang suara.
- 1912: Edwin Howard Armstrong menemukan radio amplifier yang memperkuat sinyal hingga 20.000 kali per detik.
- Perang Dunia II: Radio krusial untuk komunikasi militer darat dan laut, serta pesan diplomatik antar negara.
- 1933: Armstrong kembali berinovasi dengan menciptakan sistem Modulasi Frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih dan kebal terhadap gangguan cuaca buruk dibandingkan radio AM.
- Akhir 1960-an: Setelah berbagai kendala adopsi dan hak paten, radio FM akhirnya diakui secara global sebagai sistem penyiaran komunikasi unggulan.
Pada awalnya, radio kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) adalah suatu perkumpulan mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Teknologi Kejuruan (sekarang Fakultas Teknik) IKIP Jakarta, khususnya mahasiswa jurusan Teknik Elektro yang berhubungan dengan mata kuliah Radio.
Saat pergerakan mahasiswa reformasi 1998 yang meruntuhkan orde baru, perkumpulan ini menjadi media informasi penting bagi kalangan civitas kampus IKIP Jakarta.
Pada tanggal 20 Mei 2000, diadakan rapat pendirian radio komunitas kampus UNJ yang dipimpin oleh Djamaluddin Al Afghoni. Rapat tersebut mengesahkan 37 orang pendiri, menunjuk Iswahyudi sebagai koordinator, dan menamakan badan ini sebagai "Educational Radio".
Di bawah kepemimpinan Djamaluddin Al Afghani, BPRS ERAFM-UNJ membentuk angkatan pertamanya. Pada angkatan kedua dan ketiga, keanggotaan mulai dibuka bagi mahasiswa di luar jurusan Teknik Elektro (masih di lingkup Fakultas Teknik).
Saat dipimpin General Manager Alexs Ramadhani, organisasi ini dibuat berbadan hukum dengan Akta Pendirian. Sesuai akta, HUT BPRS ERAFM-UNJ diperingati setiap 20 Mei sejak 2004. Mulai 2005, keanggotaan resmi dibuka untuk seluruh mahasiswa UNJ.
Tahun 2006, ERA FM secara resmi disahkan menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNJ dan memindahkan studionya ke Gedung Daksinapati (Fakultas Ilmu Pendidikan).
Sejak tahun 2009 hingga saat ini, studio siaran BPRS ERAFM-UNJ berada di Gedung G, Ruang 101, Kampus A UNJ, dan terus berkembang hingga memiliki 25 angkatan aktif.