ERA FM UNJ Sedang Mengudara

Efek Rumah Kaca Buka Synchronize Fest 2026 dengan Tiga Babak Pembukaan

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta — Halo, Edufriend! Synchronize Fest 2026 memulai hari pertamanya dengan konsep pembukaan spesial dari Efek Rumah Kaca (ERK). Mengusung tiga babak pembukaan, ERK menjadi penampil pertama yang membuka seluruh panggung sebelum rangkaian pertunjukan musisi lainnya dimulai. Konsep ini juga menjadi penanda bahwa telah dimulainya kemeriahan Synchronize Fest 2026.

Efek Rumah Kaca Buka Festival dengan Pesan Kemanusiaan

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Pembukaan tersebut tidak hanya menjadi awal perayaan musik festival ini, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang telah terjadi di negara ini. Vokalis ERK, Cholil Mahmud, mengajak penonton mendoakan warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan. ERK juga mengenang aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib melalui lagu “Di Udara” serta membawakan “Mosi Tidak Percaya” sebagai bagian dari pesan kritis yang disampaikan di atas panggungnya.

The Changcuters Ajak Penonton Berdoa untuk Korban Karhutla

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Setelah pembukaan tersebut, The Changcuters turut memeriahkan rangkaian pertunjukan di Dynamic Stage sebelum jeda Magrib. Di sela penampilannya, vokalis Tria Ramadhani mengajak penonton memanjatkan doa bagi warga dan wilayah yang terdampak karhutla. Ia berharap kebakaran hutan segera berakhir dan wilayah terdampak dapat pulih. Selepas jeda, panggung kembali diramaikan oleh penampilan Rumah Sakit yang membuka rangkaian pertunjukan malam di district stage.

Barasuara, The Jansen, dan Polka Wars Soroti Karhutla

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Sejumlah musisi lain juga turut membawa keresahan terhadap kondisi lingkungan ke atas panggung mereka. Barasuara menyuarakan keprihatinan terhadap karhutla melalui visual videotron yang menampilkan kepungan api dan asap kebakaran. 

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Sementara itu, The Jansen juga menyampaikan pesan agar penonton tidak mengalihkan perhatian dari persoalan karhutla melalui tulisan “Dont lose focus on Karhutla”. Polka Wars juga mengingatkan penonton mengenai kondisi hutan Indonesia saat tampil di Forest Stage. Melly Goeslaw bersama Potret juga turut mengajak pengunjung mendoakan daerah-daerah yang terdampak kebakaran hutan, khususnya di Kalimantan.

Punk Sejak Dini Hadirkan Kolaborasi Lintas Skena

(Sumber: Pophariini)

Di tengah beragam pesan tersebut, hari pertama festival tetap menghadirkan sejumlah pertunjukan spesial dari musisi lintas genre. Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Punk Sejak Dini bersama Sakinah Mawadah Warahmah dan Sukses Lancar Rezeki, yang turut didampingi oleh Sukatani. Kolaborasi ini menambah warna tersendiri dalam rangkaian pertunjukan hari pertama.

Perunggu Bawakan Album Pertunjukan dalam Dinamika

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Perunggu juga menghadirkan pertunjukan spesial dengan membawakan album Pertunjukan dalam Dinamika. Penampilan ini menjadi kesempatan bagi penonton untuk menikmati materi album tersebut secara utuh dan langsung di atas panggung.

Empat Sehat Lima Nampol Meriahkan Panggung dengan Musik Beragam

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Suasana semakin meriah melalui penampilan kolaborasi Empat Sehat Lima Nampol yang menghadirkan Orkes Nunung CS, Orkes Pensil Alis, Orkes Benang Kenur, feel koplo, dan Mingse. Deretan penampil tersebut menambah keberagaman warna musik yang disuguhkan sepanjang festival.

Geisha Retrospektif Journey Jadi Ajang Reuni Bersama Momo

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Momen spesial lainnya juga hadir melalui Geisha Retrospektif Journey. Penampilan ini menjadi ajang reuni Geisha bersama Momo, Roby, Aan, Dhan, Nar, dan Regina. Kehadiran mereka membawa kembali perjalanan Geisha ke hadapan penonton Synchronize Fest 2026.

Satelit Perkuat Keberagaman Skena Musik Underground

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Dari ranah musik underground, Satelit, band asal Bogor, turut meramaikan hari pertama dengan melibatkan Erap, Starduck, Telly Blue, dan The Basement Dry. Kehadiran mereka memperlihatkan keberagaman skena musik yang menjadi bagian dari perayaan musik lintas genre di Synchronize Fest.

Project Pop Rayakan 30 Tahun Perjalanan Bermusik

(Sumber: Instagram @project.pop)

Menjelang penutupan pada hari pertama, Project Pop merayakan perjalanan 30 tahun mereka melalui penampilan spesial bersama Kotak, feel koplo, dan Wika Salim. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam perayaan tiga dekade perjalanan Project Pop di industri musik Indonesia.

Rangkaian hari pertama kemudian ditutup di panggung Oleng Upuk melalui Prontaxan Is the Best, yang menjadi bagian dari penutup perayaan hari pertama Synchronize Fest 2026.

Musik Jadi Ruang Perayaan Sekaligus Penyampaian Kritik

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Melalui pembukaan tiga babak dari Efek Rumah Kaca, penampilan lintas genre di sepuluh panggung, reuni Geisha, hingga perayaan 30 tahun Project Pop, hari pertama Synchronize Fest 2026 menghadirkan beragam pengalaman musik dalam satu ruang perayaan. Di sisi lain, suara para musisi mengenai karhutla memperlihatkan bahwa festival musik juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan sosial dan juga lingkungan. Perpaduan pertunjukan, kolaborasi, dan pesan kritis tersebut memperkuat karakter Synchronize Fest sebagai perayaan keberagaman musik Indonesia.

Beragam penampilan dan pesan yang hadir pada hari pertama menjadi pembuka rangkaian Synchronize Fest 2026, mempertemukan perayaan musik, kolaborasi lintas genre, dan suara kritis para musisi. Edufriend, penampilan siapa yang paling menarik perhatian lo di hari pertama Synchronize Fest 2026?


Writer: Ahmad Rizqi Syahputra

Editor: Tim News Director