ERA FM UNJ Sedang Mengudara

Kolaborasi Spesial Rizky Febian dan Mahalini hingga Hindia ramaikan hari kedua Synchronize Fest 2026

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Jakarta — Halo, Edufriend! Synchronize Fest 2026 memasuki hari kedua dengan menghadirkan beragam pertunjukan spesial dari musisi lintas genre. Rangkaian hari kedua dibuka melalui Alkateri Expanded Session di Forest Stage, sebuah sesi khusus yang menampilkan Alkateri dengan membawakan materi dari albumnya secara penuh. Sementara itu, Wali juga turut meramaikan Dynamic Stage dan menghadirkan momen yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial kepada ribuan penonton.

Wali Ajak Penonton Berdoa untuk Korban Karhutla

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Di sela-sela membawakan lagu-lagu hitsnya, vokalis Wali, Faank, menghentikan pertunjukan untuk memimpin doa bersama ribuan penonton. Doa tersebut ditujukan bagi para korban yang mengalami sesak napas akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui momen itu, Wali juga turut menyentil para pemimpin agar membuka mata terhadap bencana yang terjadi, sekaligus menyampaikan doa agar para pelaku pembakaran hutan segera disadarkan. Momen tersebut menjadikan penampilan Wali sebagai ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap dampak karhutla di tengah kemeriahan festival.

Pada waktu yang bersamaan, District Stage menghadirkan Fstvlst, sedangkan Sajama Cut membawakan Deluxe Set melalui kolaborasi bersama Alkateri, Eleanor Whisper, Patrivia, dan Sunwich. Kedua pertunjukan tersebut menjadi bagian dari sajian musik yang mengisi perjalanan hari kedua Synchronize Fest 2026 menuju malam.

Kolaborasi Rizky Febian dan Mahalini hingga Tribut Warkop DKI

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Memasuki malam hari, Dynamic Stage menghadirkan kolaborasi Rizky Febian dan Mahalini. Penampilan keduanya menjadi salah satu momen spesial yang mempertemukan dua musisi dalam satu panggung.

 (Sumber: Instagram @synchronizefest)

Di waktu yang bersamaan, Forest Stage menghadirkan tribut Warkop DKI bersama Indro Warkop, GJLS, dan Duo Bahlul yang diiringi Orkes Nunung CS. Rangkaian pertunjukan kemudian berlanjut dengan penampilan Bernadya di District Stage, sementara itu Ayu Ting Ting juga meramaikan Dynamic Stage pada hari kedua ini. 

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Pada waktu yang sama, Forest Stage menghadirkan Float yang membawakan materi dari Tiga Hari untuk Selamanya, album yang berkaitan dengan soundtrack film berjudul sama yaitu Tiga Hari Untuk Selamanya. Penampilan tersebut membawa kembali karya musik yang melekat dengan perjalanan film Tiga Hari untuk Selamanya.

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Suasana semakin meriah melalui segmen Indonesian Girl Group di District Stage. Pertunjukan ini menghadirkan 7icons, G-String, Princess (Princesstale), Chibi-Chibi (mantan anggota Cherrybelle), Super Girlies, serta Eks Blink (Sivia Azizah, Agatha Pricilla, Febby Rastanty, dan Ify Alyssa). Jebung juga turut hadir dalam rangkaian penampilan musik hari kedua ini sebagai pengiring musik dan menambah keberagaman musisi yang tampil di festival.

Senja Teduh Pelita hingga Acid Dub Meramaikan Panggung

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Dynamic Stage kemudian menghadirkan konser musik Senja Teduh Pelita yang diiringi oleh Maliq & D’Essentials X Jakarta Moving. Sementara itu, Forest Stage menyuguhkan Acid Dub, kolaborasi The Paps dan Rap of Rap, yang membawa nuansa berbeda dalam rangkaian pertunjukan malam.

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Bagi pencinta musik emo, District Stage juga turut menghadirkan Emo Revival bersama Alone at Last, Friends of Mine, Killed by Butterfly, 2006 Era, Killing Me Inside Reunion, Side B 2019 Era, dan The Side Project. Segmen ini menjadi ruang untuk merayakan kembali musik emo dari berbagai era.

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Di waktu yang bersamaan, XYZ Stage juga menghadirkan Mardial and Friends dengan deretan kolaborator, yaitu Kanaya, Zul Fahmi, Laze, Obi Rinz, Ramen Girl, Rizki Ibrahim, dan Yetzco. XYZ Stage juga menjadi tempat bagi Pijar untuk kembali tampil setelah sekian lama tidak manggung, menjadikan penampilan mereka sebagai salah satu momen yang dinantikan oleh fans-nya dan penonton yang hadir.

Seringai Suarakan Protes Karhutla melalui Lagu “Tragedi”

(Sumber: Instagram @Sam_bram)

Memasuki rangkaian pertunjukan berikutnya, Hindia hadir dengan Post Order Set sebagai sajian spesial di atas panggung Dynamic stage. Sementara itu, Seringai tampil di Forest Stage dan Soulja meramaikan District Stage. Selain menghadirkan musik berenergi tinggi, Seringai juga menyampaikan kritik sosial melalui penampilannya.

Saat membawakan lagu “Tragedi”, band metal tersebut menyuarakan protes terhadap bencana karhutla di Kalimantan. Pesan itu diperkuat oleh visual videotron yang menampilkan kepulan asap tebal dan kobaran api, menghadirkan suasana mencekam yang menggambarkan dampak kebakaran hutan. Penampilan Seringai pun menjadi pengingat bahwa panggung musik juga dapat menjadi ruang untuk menyuarakan keprihatinan terhadap persoalan lingkungan.

AntNrml Hadirkan Kejutan Kolaborasi bersama IndahKus dan Raisa Anggraini

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Menjelang akhir hari, Dynamic Stage menghadirkan AntNrml dengan deretan kolaborator yang terdiri atas Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie. Penampilan ini semakin spesial dengan kehadiran Indahkus dan Raisa Andriana sebagai kejutan kolaborasi yang turut memeriahkan panggung.

(Sumber: Instagram @synchronizefest)

Di Forest Stage, The Panturas tampil sebagai salah satu penutup rangkaian pertunjukan hari kedua. Sementara itu, perayaan berlanjut di Oleng Upuk melalui Disko tanah DJ Desa X Fahmi V yang menghadirkan Toton Caribo, Jackson Zeran, dan Echo Show sebagai penampil tambahan.

Berbagai penampilan spesial, mulai dari Alkatiri Expanded Session, kolaborasi Rizky Febian dan Mahalini, tribut Warkop DKI, reuni Killing Me Inside, hingga kejutan Anti Normal bersama Indahkus dan Raisa Andriana, menjadikan hari kedua Synchronize Fest 2026 penuh warna. Di balik kemeriahan tersebut, aksi Wali yang memimpin doa bagi korban karhutla dan protes Seringai melalui lagu “Tragedi” turut memberikan dimensi sosial pada perayaan musik. Perpaduan berbagai genre, kolaborasi lintas musisi, dan pesan kepedulian terhadap lingkungan kembali menegaskan bahwa musik dapat menjadi ruang hiburan sekaligus penyampaian aspirasi.

Dari kolaborasi lintas musisi hingga pesan kritis tentang karhutla, hari kedua Synchronize Fest 2026 menghadirkan lebih dari sekadar perayaan musik. Menurut Edufriend, penampilan siapa yang paling berkesan pada hari kedua Synchronize Fest 2026?

 

Writer: Ahmad Rizqi Syahputra

Editor: Tim News Director