
(Sumber: @nasyaalive dan @insecuristy)
Edufriend, pernah nggak sih lo pengen beli baju baru karena lagi pengen upgrade outfit, tapi begitu lihat harganya langsung mikir, “Kayaknya baju yang sekarang masih bagus deh”? Apalagi buat Gen Z yang hidup di tengah tren fashion yang terus berubah dan situasi “in this economy” yang makin terasa, tampil stylish sambil tetap menjaga isi dompet jadi tantangan tersendiri. Nah, salah satu jawabannya bisa jadi adalah thrifting.
Thrifting nggak lagi sekadar tentang membeli pakaian bekas dengan harga murah. Buat banyak anak muda, kegiatan ini justru jadi cara untuk menemukan pakaian unik, bereksperimen dengan gaya, sampai berburu hidden gem yang mungkin nggak bakal ditemukan di toko fashion biasa.
Thrifting, Si Jalan Ninja Buat Tetap Stylish

(Sumber: @honeymoonleia dan @dindacims)
Salah satu hal yang bikin thrifting menarik adalah kesempatan untuk tetap tampil stylish tanpa harus selalu mengikuti koleksi terbaru. Dengan budget yang lebih affordable, Edufriend bisa lebih bebas bereksperimen dengan berbagai gaya, mulai dari vintage, streetwear, Y2K, sampai sekadar mencari basic pieces untuk dipadukan dengan pakaian yang sudah ada di lemari.
Menariknya, barang thrift justru sering punya karakter tersendiri. Satu jaket vintage atau kemeja dengan model yang sudah jarang ditemukan bisa membuat outfit terasa lebih personal dan nggak terlalu pasaran.
The Thrill of Finding a Hidden Gem

(Sumber: Pinterest)
Kalau pernah thrifting, Edufriend pasti tahu kalau bagian paling seru bukan cuma saat menemukan barang yang bagus, tapi juga proses mencarinya. Lo bisa menghabiskan waktu dengan mengubek satu rak ke rak lainnya, mengecek ukuran, bahan, warna, sampai akhirnya menemukan satu item yang bikin mikir, “Lah, kok bisa sebagus ini?”
Sensasi menemukan barang yang nggak sengaja dicari tapi ternyata cocok banget itulah yang bikin thrifting terasa seperti berburu hidden gem. Kadang datang cuma mau cari kaus, malah pulang membawa jaket vintage yang bahkan sebelumnya nggak ada di wishlist.
Baju Bekas, Gaya Tetap Bebas

(Sumber: Pinterest)
Thrifting juga bisa menjadi ruang buat bereksperimen dengan personal style. Karena nggak harus mengeluarkan banyak uang untuk setiap item, kita bisa lebih bebas mencoba berbagai gaya dan melihat mana yang paling cocok. Hari ini mungkin pengen tampil vintage, besok coba streetwear, minggu depannya malah tertarik sama Y2K. Nggak ada aturan bahwa seseorang harus punya satu gaya dan terus mengikutinya.
Pada akhirnya, fashion bukan cuma soal mengikuti tren, tapi juga tentang bagaimana kita merasa nyaman dan percaya diri dengan apa yang dipakai. Dan lewat thrifting, menemukan gaya tersebut bisa jadi lebih menyenangkan.
Where Should Edufriend Go?

(Sumber: Google Photos)
Nah, kalau Edufriend udah tahu mau hunting style apa, sekarang tinggal menentukan mau mulai berburu di mana. Ternyata, setiap tempat thrift juga punya karakter yang berbeda, lho!
1. Pasar Senen

(Sumber: @insecuristy)
Kalau mau merasakan thrifting yang benar-benar seperti berburu, Pasar Senen adalah tempat yang pas untuk memulai. Di sini, kita nggak bisa berharap langsung menemukan barang yang dicari begitu masuk. Harus sabar menyusuri tumpukan pakaian dan memilahnya satu per satu. Justru proses itulah yang bikin seru. Kadang kita datang cuma ingin mencari kaus, tapi malah pulang membawa jaket atau kemeja yang sama sekali nggak ada di daftar awal. Ditambah harga yang cenderung terjangkau, Pasar Senen cocok buat kamu yang ingin mendapatkan barang menarik tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
2. Blok M Square

(Sumber: @jessico_ol, @cecilianov, dan @peachyslen)
Thrifting di Blok M punya suasana yang sedikit berbeda. Kawasan ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya anak muda Jakarta, jadi kegiatan mencari pakaian bekas terasa menyatu dengan aktivitas lainnya. Setelah keliling mencari barang, masih banyak pilihan tempat untuk makan, ngopi, atau sekadar nongkrong. Buat yang nggak mau menjadikan thrifting sebagai tujuan utama, Blok M bisa jadi pilihan karena satu perjalanan bisa diisi dengan banyak hal.
3. Pasar Santa

(Sumber: @dikisuryadi_)
Pasar Santa menawarkan pengalaman yang lebih santai untuk dijelajahi. Selain mencari pakaian, ada banyak hal lain yang bisa ditemukan di dalam kawasan ini, mulai dari makanan sampai tenant-tenant dengan konsep yang cukup unik. Suasananya juga membuat kegiatan thrifting terasa seperti bagian dari jalan-jalan untuk mencari sesuatu yang baru. Buat yang lebih suka menemukan barang yang nggak pasaran sambil menikmati suasana tempatnya, Pasar Santa punya daya tarik tersendiri.
Tips & Trick Biar Nggak Salah Beli

(Sumber: @melvinaurel)
1. Cari referensi dulu sebelum berangkat.
Kalau udah tahu mau cari style atau item tertentu, coba cari referensi outfit terlebih dahulu. Selain bikin lebih fokus saat hunting, lo juga jadi punya gambaran barang seperti apa yang sebenarnya lo cari.
2. Kalau bisa, coba langsung sebelum beli.
Jangan cuma mengandalkan ukuran yang tertera di label. Kalau tempatnya memungkinkan untuk fitting, cobain langsung dan lihat apakah ukuran serta modelnya benar-benar cocok di badan.
3. Cek kondisi barang dengan teliti.
Perhatikan noda, jahitan, kancing, resleting, bagian dalam pakaian, sampai kondisi bahan. Jangan sampai pas udah dibawa pulang baru sadar ada bagian yang ternyata rusak.
4. Jangan takut tawar-menawar.
Salah satu keseruan thrifting adalah negosiasi harga. Kalau memang memungkinkan, Edufriend bisa mencoba menawar dengan harga yang masih masuk akal dan tetap sopan. Siapa tahu bisa dapat harga yang lebih bersahabat!
5. Jangan langsung kalap karena murah.
Harga yang murah memang menggoda, tapi tetap tanyakan ke diri sendiri, “Gue bakal beneran pakai ini nggak?” Kalau jawabannya nggak yakin, lebih baik dipikirkan lagi daripada akhirnya cuma memenuhi lemari.
6. Siapkan budget sebelum hunting.
Tentukan batas pengeluaran dari awal supaya kegiatan thrifting tetap sesuai tujuan. Jangan sampai niat awalnya menghemat malah pulang dengan kantong belanja penuh.
7. Bersihkan sebelum dipakai.
Setelah mendapatkan barang thrift, cuci atau bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Jadi, selain mendapatkan outfit yang sesuai, Edufriend juga bisa lebih nyaman saat memakainya.
More Than Just Secondhand Clothes

(Sumber: @jethroabel, @syifa.kitar, dan @othersideofibnu)
Di tengah tren fashion yang terus berganti, mungkin kita nggak selalu membutuhkan pakaian baru untuk tampil berbeda. Kadang, satu item yang ditemukan secara nggak sengaja di antara tumpukan pakaian justru bisa menjadi bagian paling menarik dari outfit kita. Thrifting juga bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mindful dalam berbelanja. Bukan berarti harus berhenti membeli pakaian baru sepenuhnya, tetapi mulai mempertimbangkan apakah sebuah barang memang kita butuhkan dan akan benar-benar digunakan.
Gimana, Edufriend? Lo termasuk tim yang rela ngubek satu rak demi menemukan hidden gem, atau tim yang lebih nyaman scroll marketplace sambil rebahan? Apa pun pilihan lo, mungkin di tengah “in this economy”, tampil stylish dan menjaga isi dompet memang harus bisa jalan beriringan.
Writer: Siti Zahrah Maulidia








