ERA FM UNJ Sedang Mengudara

The Sounds Project Day 2: Lebaran Skena Paling Megah di Utara Jakarta

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta — Hai, Edufriend! Buat lo yang nonton The Sounds Project hari kedua, masih kebayang-bayang ga sih riuhnya Ecovention dan Ecopark Ancol Sabtu kemarin? Kalau kata anak skena, itu bukan sekadar festival, itu lebaran-nya para pecinta musik lintas genre. Satu malam, ribuan orang, dan energi yang tumpah ruah dari tujuh panggung sekaligus, bikin siapapun yang hadir susah move on sampai sekarang.

Yang bikin Day 2 kali ini makin spesial, ada Barasuara yang sudah jadi home band setia The Sounds Project, hampir tak pernah absen mengisi panggung festival ini dari tahun ke tahun. Konsistensi itu jadi bukti kalau Barasuara memang sudah jadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan festival ini. Belum lagi kehadiran Neck Deep yang jadi headliner utama, langsung mengubah malam itu jadi perpaduan antara moshpit pop punk internasional dan kehangatan musik kal yang saling bersahutan tanpa sekat.

Festival tahun ini berhasil menyuguhkan pengalaman yang sangat dinamis dengan menyatukan berbagai warna musik ke dalam satu kawasan terbuka. Mulai dari hentakan pop punk skala internasional, alunan indie yang syahdu, distorsi rock alternatif, hingga musik melayu dan dangdut kop berbaur dengan sangat apik tanpa ada batasan sekat antar-penonton.

Eksprasi Tanpa Batas di Tujuh Panggung Megah

(Sumber: Instagram @thesoundsproject)

Daya tarik utama yang membuat perhelatan ini terasa begitu hidup adalah keberadaan tujuh area panggung dengan karakter dan tata suara yang dikonsep dengan matang. Alur festival tersebar di The Sounds Project Stage, Musicverse Stage, MG Stage, Garden Stage, TSP&CO Stage, Joged Stage, hingga TSPsquad Stage.

Perpindahan dari satu panggung ke panggung lainnya menyajikan transisi emosi yang sangat kontras tapi tetap menyenangkan. Lo bisa menikmati ketenangan musik akustik di bawah rindangnya area Garden Stage, melangkah ke area utama untuk menyaksikan aksi panggung yang intens, lalu menutup malam dengan riuh di Joged Stage. Penataan alur di lapangan terbilang rapi sehingga pergerakan massa tetap terkendali dengan baik.

Parade Lintas Genre: Dari Pop Punk UK Hingga Goyang Massal

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Daftar musisi yang mengisi hari kedua ini menjadi magnet utama yang sukses menguras energi sekaligus memuaskan ekspektasi penonton. Kehadiran unit pop punk legendaris asal Wales, Inggris, yaitu Neck Deep, menjadi menu utama yang paling dinanti. Begitu lagu-lagu hits mereka dibawakan, panggung utama seketika berubah menjadi arena moshpit yang masif dan penuh dengan sesi bernyanyi bersama dari awal hingga akhir penampilan.

Di sisi lain, ada Barasuara yang tampil membawa proyek khusus Jalaran Sadrah Live. Sebagai home band yang sudah malang melintang bareng The Sounds Project sejak awal hingga volume kesembilan tahun ini, kehadiran mereka terasa berbeda, bukan sekadar pengisi acara, tapi representasi dari perjalanan festival itu sendiri. Distorsi berat dan intensitas panggung yang mereka bawakan sukses membuktikan kenapa mereka layak jadi bagian permanen dari identitas TSP.

Kekuatan lini musisi domestik juga tidak kalah memukau. Aransemen teaterikal yang puitis dari Sal Priadi berhasil menyihir perhatian ribuan pasang mata, disusul oleh hentakan indie rock progresif khas Reality Club. Bagi pencinta musik distorsi berat, penampilan ikonis dari The SIGIT turut menyajikan intensitas energi yang luar biasa.

Sentuhan nostalgia juga bergema kuat saat Kangen Band, D’Masiv, Wali, dan Geisha membawakan deretan lagu legendaris mereka yang sudah dihafal luar kepala oleh seluruh generasi yang hadir. Di sisi lain, suasana intim dan magis berhasil dibangun lewat penampilan syahdu dari Banda Neira, Fat, Adhitia Sofyan, serta Silampukau.

Kejutan terbesar yang mencairkan suasana malam adalah penampilan atraktif dari King Nassar yang sukses membuat seluruh area panggung bergoyang bersama tanpa memandang latar belakang genre musik favorit. Kemeriahan tersebut terus terjaga berkat rangkaian performa solid dari Jason Ranti & Dongker, Elephant Kind, Teenage Death Star, Ali, 510, Murphy Radio, Biru Baru, Beijing Connection, INIS, Eleventwelfth, Grind Boys, Emonight by Crowdsurfers ft. Faizal Permana, Poris, Ghea Indrawari, Gledeg, Moluccan Soul, Monkey Boots, The Cottons, The Milo, The Paps, Strangers, White Chorus, hingga Societeit de Harmonie.

Fasilitas Kuliner di Area Festival

Menghadiri festival berskala besar tentu membutuhkan pasokan energi yang konsisten. Pihak penyelenggara mengantisipasi hal ini dengan menyediakan deretan booth makanan dan minuman yang sangat lengkap. Lo gak perlu khawatir kelaparan karena kehadiran tenant-tenant resmi terpercaya seperti Kopi Kenangan untuk kebutuhan kafein, beragam hidangan praktis dari Indofood, serta kesegaran air mineral dari Crystaline yang siap menjaga hidrasi di tengah padatnya jadwal menonton.

Catatan Akhir Sebuah Perayaan Musik

(Sumber: Instagram @thesoundsproject)

Secara keseluruhan, hari kedua The Sounds Project bukan sekadar tentang menonton sebuah pertunjukan musik, melainkan sebuah pengalaman budaya populer yang dikemas secara profesional. Mulai dari tata lampu yang spektakuler, kualitas sound system yang jernih di setiap sudut area, hingga pengelaan fasilitas umum yang responsif.

Apresiasi tinggi patut diberikan kepada seluruh elemen yang terlibat. Buat lo yang kelewatan momen epik ini, pastikan untuk siapin diri lo menyambut dan merasakan langsung atmosfer luar biasa di The Sounds Project berikutnya, ya, Edufriend!

 

Writer: Salsabila Arfiani Putri

Editor: Tim News Director