The Drip Market, Ketika Thrift, Musik, dan Kreativitas Bertemu di UNJ

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta — Halo, Edufriend! The Drip Market hadir sebagai bazar kampus yang memadukan fashion, produk kreatif, kuliner, photobooth, dan pertunjukan musik dalam satu acara. Berlangsung pada tanggal 10 Juni 2026 di Teater Terbuka Universitas Negeri Jakarta, kegiatan ini memberi pengunjung ruang untuk berbelanja, bersantai, dan menikmati hiburan bersama teman.

Dari Baju Thrift sampai Aksesori Unik

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Tenant pakaian thrift menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian di The Drip Market. Berbagai pakaian preloved dengan gaya kasual, vintage, dan streetwear tersedia bagi pengunjung yang ingin menemukan pakaian unik dengan harga lebih terjangkau.

Selain pakaian, ada juga tenant yang menjual keychain beads, press-on nails, pin, dan berbagai aksesori lainnya. Setiap booth menawarkan produk dengan karakter yang berbeda, sehingga pengunjung punya banyak pilihan saat berkeliling. Bahkan, pengunjung yang tidak sedang mencari baju tetap bisa menemukan barang kecil yang menarik untuk dibeli atau dijadikan hadiah.

Setelah melihat-lihat berbagai produk, pengunjung bisa beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman dari tenant F&B yang tersedia. Area kuliner membuat pengunjung tetap bisa menikmati acara tanpa harus keluar dari lokasi bazar. The Drip Market juga menyediakan photobooth yang cukup ramai dikunjungi. Pengunjung dapat berfoto bersama teman dan membawa pulang hasil fotonya sebagai kenang-kenangan. 

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Saat Terbandtour Mengambil Panggung

Suasana The Drip Market semakin hidup lewat penampilan Terbandtour, band dari mahasiswa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata. Mereka membuka penampilan dengan lagu “Sambutlah” dari The Jeblogs, kemudian dilanjutkan dengan “33x” dari Perunggu dan “Pikiran yang Matang”.

Terbandtour juga membawakan sejumlah lagu alternatif yang cukup dikenal, seperti “Creep” dari Radiohead, “Don’t Look Back” dari Oasis, dan “Mati Muda” dari Kelompok Penerbang Roket.

Penampilan mereka berlanjut dengan “Cinta Melulu” dari Efek Rumah Kaca, lalu ditutup melalui lagu “Kuning” dari Morfem. Di sela-sela penampilan, Terbandtour juga menyempatkan diri untuk menyapa dan berinteraksi dengan pengunjung. Pilihan lagu yang dibawakan terasa sesuai dengan suasana bazar yang santai. Pengunjung bisa menikmati musik sambil berbelanja, makan, atau sekadar duduk dan mengobrol bersama teman. Kehadiran Terbandtour membuat suasana acara terasa lebih ramai dan berwarna.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Bazar yang Punya Lebih Banyak Cerita

Acara ini berhasil membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengenalkan produknya sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan karya dan bakat. Konsep thrifting yang diangkat turut mengajak pengunjung melihat pakaian preloved sebagai barang yang masih layak dan memiliki nilai. Selain lebih terjangkau, membeli pakaian thrift juga bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi limbah tekstil. Keseruan The Drip Market tahun ini tentu bikin acaranya layak ditunggu lagi. Jadi, Edufriend, jangan lupa nantikan The Drip Market tahun depan. Siapa tahu bakal hadir dengan tenant yang lebih beragam, penampilan yang makin seru, dan pengalaman yang lebih berkesan.

 

 

Writer: Nida Khansa Fauziah 

Editor: Tim News Director