Taxi Driver Season 3: Dari Luka Pribadi Sampai Solidaritas Rainbow Taxi
(Sumber: hallyusg.net)
Hai, Edufriend! Sejak awal kemunculannya, sudah jelas kalau drama asal Korea Selatan, Taxi Driver, bukan sekadar drama yang main aman. Diadaptasi dari webtoon The Deluxe Taxi, serial ini membawa konsep keadilan alternatif lewat layanan rahasia bernama Rainbow Taxi. Fokus ceritanya ada di Kim Do-gi, karakter yang diperankan Lee Je-hoon, sosok dingin yang hidupnya terbentuk dari trauma dan amarah yang nggak pernah benar-benar selesai.
Daya tarik Taxi Driver juga datang dari para pemain utamanya yang konsisten dari season ke season, mulai dari Kim Eui-sung sebagai Jang Sung-cheol, Pyo Ye-jin sebagai Go Eun, sampai duo mekanik Jang Hyuk-jin dan Bae Yoo-ram yang awalnya cuma jadi pemanis, tapi lama-lama ikut terbawa ke dalam beban moral yang sama beratnya. Karena mereka tumbuh bareng sepanjang cerita, hubungan antar karakternya terasa lebih hidup dan nggak dibuat-buat. Sekarang, yuk, kita bahas sama-sama Taxi Driver di setiap seasonnya!
Taxi Driver di Season 1 dan 2
Taxi Driver Season 1 pertama kali tayang tanggal 9 April 2021 dan tamat pada 29 Mei 2021 di SBS. Di season ini, meski ceritanya masih mentah, tapi justru itu yang bikin emosinya lebih terasa. Kim Do-gi bergerak lebih karena amarah yang belum usai, bikin setiap misi tuh rasanya kayak pelampiasan luka pribadi. Kasus-kasus yang diangkat juga dekat banget sama kenyataan, sampai bikin penonton ikutan emosi, kesal, bahkan jijik, tapi tetap merasa puas pas pelakunya akhirnya “kena”. Di titik ini, Rainbow Taxi belum jadi tempat pulang, hanya sebagai alat buat balas dendam.
Lanjut ke Taxi Driver Season 2 yang tayang dari 17 Februari sampai 15 April 2023. Di sini kita bisa lihat perubahannya dengan jelas. Kim Do-gi sudah nggak se-impulsif dulu, ia lebih dingin dan terkontrol. Rainbow Taxi juga berubah jadi sistem yang lebih rapi dan solid. Tanpa sadar, penonton mulai terbawa suasana sehingga bisa menerima cara yang mereka lakukan sebagai sesuatu yang wajar. Balas dendam nggak lagi dipertanyakan, malah jadi hal yang ditunggu-tunggu tiap episode. Dan disitulah rasa nyaman ini akan dipatahkan pelan-pelan di season 3.
Taxi Driver di Season 3
(Sumber: kdramakopi.com)
Nah, masuk ke Taxi Driver Season 3 yang mulai tayang pada tanggal 21 November 2025 dan tamat di 10 Januari 2026 kemarin. Dari episode pertama season ini sudah terasa kalau season ini jelas beda. Suasananya lebih berat, lebih sepi, dan kelihatan jauh lebih niat secara visual. Pengambilan gambarnya lebih rapi, banyak main di cahaya gelap dan frame sempit, jadi kesannya seperti semua karakter lagi terjebak di pikirannya masing-masing. Banyak juga shot yang dibiarkan diam agak lama, nggak buru-buru, seolah drama ini pengen kita merasakan emosi karakternya lebih dalam tanpa harus dijelaskan lewat dialog. Musik latarnya juga nggak lebay, tapi justru sering muncul pelan di momen-momen reflektif, bikin capek dan luka batin yang dirasakan para tokoh terasa sampai ke penonton.
Walaupun ceritanya lebih berat dibanding season 1 dan 2, Taxi Driver Season 3 malah terasa lebih dalam. Humor sama satire yang dari dulu jadi ciri khasnya masih ada, tapi lebih kalem dan nggak maksa. Sang-ho selaku penulis naskah juga pernah bilang kalau di season ini dia pengen nyoba sesuatu yang lebih berani tanpa menghilangkan humor dan satire yang selama ini diselipkan. Menurut dia, Taxi Driver nggak boleh cuma jadi tontonan seru, tapi juga harus bikin penontonnya melihat realita. Dan hal itu ternyata benar-benar terasa, misalnya lewat kekerasan di season ini yang nggak lagi ditampilkan buat bikin penonton puas, tapi justru buat menunjukkan kalau semua tindakan itu meninggalkan bekas.
Fokus ceritanya juga mulai geser. Kalau di season 1 dan 2 banyak ngomongin soal balas dendam sama masa lalu, di season 3 ini arahnya lebih ke healing. Tapi healing di sini bukan yang tiba-tiba sembuh terus bahagia, melainkan berproses pelan-pelan buat menerima kalau lukanya mungkin nggak akan pernah hilang sepenuhnya. Terutama Kim Do-gi yang mulai kelihatan belajar buat nggak menanggung semuanya sendirian.
Nggak cuma itu, banyak juga momen kecil yang kelihatannya sepele, tapi penting. Contohnya, waktu mereka saling mengulurkan tangan, saling menemani, sekaligus menyadari kalau bertahan bareng itu jauh lebih masuk akal daripada sok kuat sendirian.
Gimana, Edufriend, lo udah nonton Taxi Driver Season 3 belum? Kalau udah, kira-kira berapa rating yang pantas buat season ini? Tapi kalau lo belum nonton, mending buruan nonton sekarang deh sebelum Taxi Driver malah lanjut ke season 4! Haha.
Writer: Ammara Zafira
Editor: Tim News Director


