
(Sumber: instagram @smatic_unj)
Halo, Edufriend! Pernah kepikiran kalau data bukan cuma soal angka, tetapi juga bisa menjadi dasar untuk memahami berbagai persoalan dan menentukan solusi? Hal tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat dalam Smart Statistics (SMATIC) 7.0, kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta (BEMP Statistika FMIPA UNJ).
Mengusung tema “Navigating the Green Frontier: Data-Driven Strategies for a Resilient Future”, SMATIC 7.0 menempatkan statistika sebagai salah satu instrumen penting dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Tema tersebut menggambarkan bagaimana data dan analisis statistik dapat digunakan untuk memetakan risiko, menemukan peluang, serta mendukung pengambilan keputusan menuju masa depan yang lebih tangguh.
Berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026, SMATIC 7.0 menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan yang dapat diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rangkaian tersebut meliputi Kompetisi Esai Nasional, Kompetisi Infografis Nasional, Olimpiade Statistika Nasional, serta Pelatihan Analisis Data (PESTA).
Mengubah Data Menjadi Gagasan dan Solusi
Pada kompetisi esai, peserta diajak menyampaikan gagasan melalui tulisan yang didukung oleh berbagai sumber ilmiah. Kompetisi ini mengangkat tema “Data for All: Bridging Social Gaps through Innovative Analytics”, yang mendorong peserta untuk melihat bagaimana analisis data dapat digunakan dalam menjawab persoalan kesenjangan sosial.
Sementara itu, kompetisi infografis mengusung tema “Turning Data into Action: Visualizing Insights for a Sustainable Future”. Peserta ditantang menyajikan informasi berbasis data dalam bentuk visual yang informatif sekaligus kreatif. Dengan pendekatan tersebut, data tidak hanya dipahami sebagai kumpulan angka, tetapi juga sebagai informasi yang dapat dikomunikasikan dan digunakan untuk mendorong tindakan.
Rangkaian lainnya adalah Olimpiade Statistika Nasional dengan tema “Uncovering Insights: Applying Data-Driven Approaches to Solve Complex Development Challenges”. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan persoalan statistika sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Pelaksanaan Olimpiade Statistika berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari penyisihan, semifinal, hingga final. Berdasarkan informasi pelaksanaan yang dipublikasikan Departemen Statistika Universitas Diponegoro, babak penyisihan berlangsung pada 13 Juni 2026 menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Peserta menghadapi 30 soal pilihan ganda dalam waktu 120 menit dengan materi yang mencakup analisis regresi, teknik sampling, statistika matematika, model linier, hingga teori probabilitas.
Tahap semifinal kemudian berfokus pada pengolahan dan analisis data. Peserta yang lolos harus mengolah data menggunakan perangkat lunak statistik dan menyusun hasil analisis untuk menjawab studi kasus yang diberikan. Tahap tersebut membawa tiga tim terbaik menuju babak final yang diselenggarakan secara luring pada 8 Agustus 2026 di Aula Maftuchah Yusuf, Gedung Dewi Sartika, Kampus A UNJ.
Salah satu peserta yang berhasil mencapai babak final adalah Tim Kosar dari Departemen Statistika Universitas Diponegoro. Tim yang terdiri dari Muhammad Jordan Faadhilah, Annisah Salwa Hanifah, dan Hatta Matahari Persada tersebut berhasil meraih Juara III Olimpiade Statistika SMATIC 7.0. Pada babak final, para finalis mempresentasikan hasil analisis selama 15 menit dan melanjutkannya dengan sesi tanya jawab selama 20 menit bersama dewan juri.
PESTA: Ruang Belajar Analisis Data
Tidak hanya menghadirkan kompetisi, SMATIC 7.0 juga memberikan ruang pembelajaran melalui Pelatihan Analisis Data (PESTA). Kegiatan ini dirancang dalam bentuk seminar daring bersama praktisi statistika profesional dan dilengkapi dengan data analysis challenge sebagai bentuk penerapan materi.
PESTA 2026 membahas dua pendekatan utama dalam analisis data. Hari pertama berfokus pada unsupervised learning, khususnya teknik clustering untuk eksplorasi dan segmentasi data tanpa label. Sementara itu, hari kedua membahas supervised learning melalui model klasifikasi yang digunakan untuk menghasilkan prediksi dan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data.
Setelah pelatihan, peserta juga mengikuti Data Analyst Challenge yang berlangsung pada 17–21 Agustus 2026. Tantangan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam menyelesaikan persoalan berbasis data. Tiga peserta terbaik mendapatkan hadiah, sementara seluruh peserta memperoleh e-certificate.
Secara keseluruhan, SMATIC 7.0 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam membaca, mengolah, dan mengomunikasikan data. Melalui kombinasi kompetisi dan pelatihan, kegiatan ini mempertemukan kemampuan akademik, kreativitas, serta penerapan statistika dalam menghadapi berbagai persoalan nyata.
Melalui tema Navigating the Green Frontier, SMATIC 7.0 juga menegaskan bahwa kemampuan memahami data menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Statistika tidak berhenti pada pengolahan angka, tetapi dapat menjadi dasar dalam memahami persoalan, menentukan strategi, dan menghasilkan keputusan yang lebih terukur.
Nah, gimana, Edufriend? Berminat ikut SMATIC 8.0 tahun depan? Kalau iya, cek terus instagram @smatic_unj dan jangan sampai ketinggalan, ya!
Writer: Nida Khansa Fauziah
Editor: Tim News Director








