Jangkar Asa 2026: Menahan, Menguatkan, dan Menghidupkan Harapan Bersama di Kampung Marunda Pulo
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Jakarta Utara — Halo, Edufriend! Mahasiswa IRC27-EXCL dari LSPR Institute of Communication and Business sukses menyelenggarakan program Community Development yang bertajuk JANGKAR ASA 2026 pada 6-7 Juni 2026 di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara. Mengusung tema “Menahan, Menguatkan, dan Menghidupkan”, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi lingkungan, literasi digital, pelestarian budaya, serta aksi sosial yang berkelanjutan.
Program JANGKAR ASA hadir sebagai implementasi nilai pengabdian masyarakat yang bertujuan membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif.
Edukasi Lingkungan Menjadi Fokus Hari Pertama
Rangkaian kegiatan JANGKAR ASA diawali dengan pembukaan acara yang dihadiri oleh panitia, peserta, serta masyarakat Kampung Marunda Pulo. Pada hari pertama, mahasiswa IRC27-EXCL menghadirkan sejumlah program edukasi yang dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman belajar yang menyenangkan bagi warga.
Salah satu kegiatan utama adalah Penyuluhan dan Edukasi Sampah, yang membahas pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga serta kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Melalui sesi ini, masyarakat diajak memahami dampak sampah terhadap lingkungan sekaligus mengenal langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan Fun Learning Eco Enzyme, yaitu edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme yang memiliki berbagai manfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan lingkungan. Materi disampaikan secara interaktif sehingga warga dapat memahami proses pembuatannya dengan mudah.
Tingkatkan Literasi Digital dan Kenalkan Budaya Lokal
Tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, JANGKAR ASA juga memberikan perhatian terhadap perkembangan teknologi melalui sesi Edukasi Sosial Media. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di era digital.
Mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk memahami bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, promosi, hingga penyebaran informasi yang positif. Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital.
Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan Edukasi Permainan Betawi yang bertujuan memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda. Melalui permainan tradisional, peserta tidak hanya memperoleh hiburan tetapi juga memahami nilai-nilai kebersamaan, kerja sama, dan kearifan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Betawi.
Gotong Royong Jadi Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada aksi langsung bersama masyarakat. Sejak pagi hari, panitia dan peserta berkumpul di Kampung Marunda Pulo untuk melakukan persiapan sebelum memobilisasi warga bersama Dasawisma dan Karang Taruna setempat.
Setelah pembukaan, doa bersama, briefing, dan pembagian kelompok kerja, seluruh peserta melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan yang berlangsung selama hampir tiga jam. Mahasiswa dan warga bekerja bahu-membahu membersihkan area kampung, mengumpulkan sampah, serta menata lingkungan sekitar agar lebih bersih dan nyaman.
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui kerja sama yang dibangun secara bersama-sama.
Penampilan Seni dan Kebersamaan Warnai Penutupan Acara
Setelah kegiatan gotong royong selesai, acara dilanjutkan dengan sesi seremonial yang diawali oleh sambutan Ketua Pelaksana serta perwakilan Ketua RT 01 dan RT 02 Kampung Marunda Pulo. Dalam sambutannya, kedua pihak menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang telah hadir dan berkolaborasi dengan masyarakat selama pelaksanaan program.
Suasana semakin meriah dengan penampilan tari dari Karang Taruna yang mendapat sambutan hangat dari warga dan peserta. Mahasiswa IRC27-EXCL juga turut menampilkan pertunjukan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung seluruh rangkaian kegiatan JANGKAR ASA.
Momen kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama dan makan bersama. Sebagai penutup, warga dan mahasiswa menikmati pemutaran film bersama yang menciptakan suasana hangat serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama dua hari kegiatan berlangsung.
JANGKAR ASA Lebih dari Sekadar Program Community Development
JANGKAR ASA 2026 membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak nyata. Melalui edukasi lingkungan, literasi digital, pelestarian budaya, serta aksi gotong royong, mahasiswa IRC27-EXCL LSPR berupaya menghadirkan perubahan positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kampung Marunda Pulo.
Lebih dari sekadar program Community Development, JANGKAR ASA menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dan masyarakat dalam semangat belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Sejalan dengan tema “Menahan, Menguatkan, dan Menghidupkan”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai langkah baik yang terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli, tangguh, dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa ketika pendidikan, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi berjalan beriringan, harapan untuk masa depan yang lebih baik bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.
Writer: Gisheila Hana Lysa
Editor: Tim News Director
