Dari Cempaka Baru, UMKM Lokal Mulai Melangkah ke Dunia Digital
(Sumber: Dokumentasi Tim Rona Rasa)
Jakarta – Halo, Edufriend! Suasana penuh semangat terasa dalam press conference Rona Rasa Cempaka Baru yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, KALANA PR Consultant Group yang beranggotakan mahasiswa tingkat akhir LSPR Institute of Communication and Business memperkenalkan program pemberdayaan bagi pelaku UMKM di RW 02, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Program ini hadir untuk membantu pelaku usaha membangun identitas merek, memanfaatkan media digital, serta memperluas jangkauan pemasaran produknya.
Berawal dari Tantangan UMKM di Era Digital
(Sumber: Dokumentasi Tim Rona Rasa)
Dalam press conference dijelaskan bahwa Cempaka Baru memiliki banyak UMKM dengan produk kuliner yang beragam dan berkualitas. Sayangnya, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pelanggan lama serta belum memiliki identitas merek dan strategi pemasaran digital yang kuat. Kondisi tersebut membuat produk mereka belum dikenal secara lebih luas meskipun memiliki potensi untuk berkembang.
Ketua Pelaksana Rona Rasa Cempaka Baru, Cerry Carissa, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan daya saing para pelaku UMKM. Melalui edukasi yang diberikan, mereka diharapkan tidak hanya mampu menjual produk, tetapi juga memahami cara membangun citra usaha yang mudah dikenal oleh konsumen.
Program ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs nomor 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta nomor 11 mengenai kota dan komunitas yang berkelanjutan. Pemberdayaan dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha setempat.
Pelatihan hingga Bazar Produk Lokal
(Sumber: Dokumentasi Tim Rona Rasa)
Rangkaian Rona Rasa Cempaka Baru dimulai dengan pelatihan UMKM pada 7 Juni 2026. Materi pertama disampaikan oleh akademisi dan praktisi komunikasi Geofakta Razali dengan topik pentingnya identitas merek bagi UMKM. Para peserta diajak memahami bahwa nama, tampilan, dan karakter suatu merek dapat memengaruhi cara konsumen mengenali sebuah produk.
Pelatihan berikutnya menghadirkan Delisya, Founder BND Wears, yang membagikan pengalaman mengenai pemanfaatan WhatsApp Business. Peserta mempelajari cara membuat katalog produk dan menyusun pesan promosi agar pemasaran dapat dilakukan dengan lebih praktis. Pelatihan ini diikuti oleh UMKM kuliner yang menjual asinan, nasi goreng, gado-gado, bolu kukus gula merah, hingga cireng isi.
(Sumber: Dokumentasi Tim Rona Rasa)
Puncak kegiatan kemudian diisi dengan bazar yang menampilkan berbagai makanan tradisional dan camilan rumahan produksi masyarakat RW 02 Cempaka Baru. Siswa SMAN 77 Jakarta yang tergabung dalam ekstrakurikuler sinematografi Granaven turut mendokumentasikan kegiatan melalui video dan wawancara bersama pelaku UMKM, pengunjung, serta Ketua RW 02.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kementerian UMKM dan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Pusat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah terhadap upaya mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan, daya saing, serta akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Rona Rasa Cempaka Baru membuktikan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup dilakukan melalui kegiatan jual beli saja, tetapi juga membutuhkan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Yuk, mulai dukung dan promosikan produk UMKM di sekitar kita agar usaha lokal semakin dikenal, berkembang, dan mampu bersaing di era digital!
Writer: Nida Khansa Fauziah
Editor: Tim News Director
