Barasuara Siap Menggebrak Closing ERAFEST 2025!

(Sumber: Instagram/@Barasuara)

Halo, Edufriend! Ada kabar baik yang pastinya bikin antusias lo makin naik Edufriend. Apalagi kalo bukan kabar bahwa Barasuara bakal tampil di panggung Closing ERAFEST 2025! Dengan momentum besar yang lagi mereka punya, penampilan ini dijamin bakal jadi salah satu momen paling eksplosif dari seluruh rangkaian acara ERAFEST 2025 tahun ini. 

Baca juga: ERAFEST 2025 Siap Ramaikan Akhir Tahun di UNJ! Ada BARASUARA! 

Nah, sebelum ketemu mereka di panggung, kita kenalan lebih dekat lewat fakta-fakta menarik tentang Barasuara, yuk! 

Awal Mula: Dari Proyek Solo Menjadi Kolektif Musik

Barasuara merupakan salah satu band yang paling berpengaruh dalam perkembangan musik indie Indonesia satu dekade terakhir. Berawal dari proyek pribadi Iga Massardi, band ini berkembang menjadi kelompok musik dengan karakter kuat, penuh energi, dan memiliki ciri musikal yang langsung dikenali. Sejak kemunculannya pada awal 2010-an, Barasuara berhasil mencuri perhatian lewat komposisi yang dinamis, lirik puitis, serta performa panggung yang meledak-ledak.

Pada awalnya, Iga berniat membuat proyek solo berisi lagu-lagu ciptaannya. Namun ia melihat potensi lebih besar jika musik tersebut dikerjakan bersama musisi lain. Ia mengajak TJ Kusuma, Marco Steffiano, dan Asteriska untuk bergabung.

Posisi bass awalnya diisi Pandu Fuzztoni (Gitaris Morfem), lalu digantikan Gerald Situmorang. Setelah tampil perdana di Kafe TokoVe Kemang, Puti Chitara masuk dan melengkapi formasi yang dikenal publik hingga kini.

Ciri Khas Musik dan Panggung

Barasuara dikenal dengan aransemen padat, ritmis, dan sarat energi. Harmonisasi vokal Asteriska dan Puti Chitara menjadi ciri khas kuat yang memperindah karakter musik mereka. Live performance Barasuara pun selalu intens, penuh dinamika, dan menciptakan suasana eksplosif yang nular ke penonton. Pada masa awal, Iga identik dengan batik dan rambut rapi. Namun sejak 2019, gaya visual Barasuara berubah lebih serba hitam dan minimalis.

Diskografi dan Kontribusi Musikal

Album debut Taifun (2015) mengangkat nama Barasuara sebagai salah satu band indie paling berpengaruh. Eksplorasi mereka berlanjut di Pikiran dan Perjalanan (2019) hingga Jalaran Sadrah (2024). Single populer mereka antara lain: Bahas Bahasa, Guna Manusia, Fatalis, dan Terbuang Dalam Waktu.

Masa Sulit yang Tak Banyak Diketahui

Meski punya basis pendengar loyal, Barasuara pernah mengalami masa berat. Tawaran manggung sempat turun hanya 4–5 panggung per bulan. Industri yang dinamis dan jeda rilisan membuat eksposur mereka meredup sejenak. Namun pada akhirnya musik yang kuat pasti akan selalu menemukan jalannya.

Kebangkitan Lewat Viralnya Lagu Terbuang Dalam Waktu

Segalanya berubah saat lagu Terbuang Dalam Waktu digunakan sebagai soundtrack SORE: Istri dari Masa Depan. Lagu ini viral besar di TikTok, ramai dijadikan audio tren, hingga menjaring pendengar baru dari berbagai kalangan.

Tak sampai disitu, berkat karya yang viral, Barasuara dianugerahi Piala Citra FFI 2025 untuk kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik. Dampak yang luar biasa tersebut membuat tawaran manggung pun ikut melonjak, hingga 20 panggung per bulan, menjadikan Barasuara kembali berada di deretan puncak band-band di Indonesia.

Nantikan Barasuara di Panggung Closing ERAFEST 2025!

(Sumber: Instagram/@ERAFEST.ID)

Dengan antusiasme yang kembali membara, Barasuara siap menutup rangkaian ERAFEST 2025 dengan energi yang nggak main-main. Buat penunggang badai yang ingin nostalgia atau pendengar baru Barasuara yang jatuh hati lewat viralnya lagu Terbuang Dalam Waktu, ini adalah momen terbaik untuk lo melihat Barasuara tampil di panggung Closing ERAFEST 2025.

Yuk, Edufriend, buruan amankan tiket lo sekarang! Ajak juga orang-orang terdekat lo biar bisa bareng-bareng merasakan euforia penampilan Barasuara secara live di panggung Closing ERAFEST 2025. Jangan sampai kelewatan momen spesial ini, ya, Edufriend. Sampai jumpa di venue!

 

 

Writer: Ahmad Rizqi Syahputra

Editor: Tim News Director