
(Sumber: Humas UNJ)
Halo, Edufriend! Pada Kamis (24/9) kemarin, UNJ berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, rombongan ini dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Komarudin. Kunjungan ini jadi bagian dari rangkaian Seminar, Lokakarya, dan Rapat Pimpinan Antar Organ UNJ.
Disambut Meriah ala Desa Wisata

(Sumber: Humas UNJ)
Sesampainya di sana, delegasi UNJ disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Sanggar Genjah Arum, salah satu desa wisata yang dimiliki oleh Banyuwangi. Penyambutannya nggak main-main, lho, Edufriend! Mulai dari pertunjukan Barong Pitik Pilihan, Menabung Lesung Adat Kemiren, sampai Tadi Jejer Gandrung. Belum lagi jamuan makan malam dengan kuliner khas seperti rujak soto dan kopi Osing yang mendukung suasana makin syahdu!
Kemiripan Banyuwangi dan Cirebon-Indramayu, Ternyata “Sepupu” Budaya

(Sumber: Humas UNJ)
Bahkan, Prof. Komarudin mengaku takjub dengan kekayaan seni Banyuwangi yang ia saksikan secara langsung. Menurut beliau, ada kemiripan menarik antara budaya Banyuwangi dengan budaya Cirebon, mulai dari bahasa, musik, kesenian, sampai tradisi tari. Bahkan, musik khas Banyuwangi ini dinilai memiliki kedekatan dengan musik pangeran Cirebonan dan cerita rakyat Jaran Goyang di Banyuwangi punya kesinambungan dengan Kisah Baridin dan Ratminah dalam tradisi Tarling Cirebon.
Beliau melihat bahwa kesamaan ini dapat menjadi pintu masuk memperluas kajian dan kerja sama kebudayaan antar daerah, sekaligus sebagai peluang untuk Program Studi Pariwisata, Sosiologi, dan prodi relevan lainnya di UNJ.
Cerita Alumni UNJ di Balik Transformasi Banyuwangi

(Sumber: Humas UNJ)
Yang bikin momen ini makin spesial, Abdullah Azwar Anas (mantan menteri PAN-RB, sekaligus mantan Bupati Banyuwangi dua periode) merupakan salah satu alumni Program Studi Teknologi Pendidikan FIP UNJ. Bahkan, Bupati Banyuwangi saat ini, Ipul Fiestiandani, juga alumni UNJ, lho, Edufriend!
Azwar Anas berbagi cerita bagaimana Banyuwangi dapat bertransformasi lewat formula “AAA” yang dikenal dengan Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas. Penerapan ini berhasil membuat kunjungan wisatawan melonjak drastis dari sekitar 600 ribu dari 4,3 juta kunjungan!
Kunjungan sebagai Awal Kolaborasi
Prof. Komarudin berencana untuk mengajak rombongan dari Indramayu untuk dapat belajar langsung dari pengalaman di Banyuwangi, sejalan dengan kerja sama UNJ dan Pemkab Indramayu yang memang sudah berjalan di sektor pariwisata.
Nah, kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi luas antara UNJ dan Banyuwanhi, mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, hingga pengkajian seni budaya.
So, gimana menurut lo, Edufriend? Seru nggak, sih, kalau budaya lokal semakin sering “naik kelas” jadi bahan kerja sama antar daerah?
Writer: Nayla Octaviani
Editor: Tim News Director








