
(Sumber: Dokumentasi Panitia IYFF 2026)
Bekasi – Edufriend! LSPR Film, Television, and Videography Club (FTVC) telah sukses menggelar Indonesian Youth Film Festival (IYFF) 2026 pada Sabtu, 5 September di The Amani Palladium Theatre, LSPR Transpark Juanda Bekasi. Dengan mengusung tagline “Karena Semua Karya Punya Cerita” dan tema “Social Struggles”, IYFF 2026 menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menuangkan berbagai cerita dan juga keresahan sosial melalui film pendek. Tahun ini, lebih dari 50 karya dari tingkat SMA/SMK hingga universitas di Indonesia ikut meramaikan festival tersebut.
Film-film yang ditampilkan dalam festival ini mengangkat tentang beragam persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan mental, tekanan sosial, ketidakadilan, hingga berbagai bentuk perjuangan yang dihadapi generasi muda. Nggak cuma menjadi ajang kompetisi, IYFF 2026 juga menghadirkan ruang bagi para sineas muda untuk bertukar perspektif dan membangun empati melalui karya-karya mereka.
Cerita di Balik Layar hingga Malam Penghargaan

(Sumber: Dokumentasi Panitia IYFF 2026)
Rangkaian IYFF 2026 diawali dengan Sharing Session “Cerita Di Balik Layar” bersama SMKN 6 Jakarta dan SMKS 1 Barunawati. Sesi ini membahas tentang proses kreatif serta pengalaman dalam industri perfilman mereka. Setelah itu, rangkaian festival berlanjut melalui proses pendaftaran karya, kurasi, penjurian, hingga screening film para finalis. Seluruh rangkaian kemudian ditutup melalui Awarding Night yang berlangsung pada 5 September 2026. Malam penghargaan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan LSPR Institute of Communication & Business, perwakilan organisasi mahasiswa, dewan juri, peserta finalis, serta tamu undangan.
Tiga juri profesional turut terlibat dalam proses penjurian IYFF 2026, yaitu Annisa Adjam, MA, Produser sekaligus Dosen Film di LSPR Institute of Communication & Business; Tisa TS, Penulis Skenario dan Produser Kreatif; serta Yusuf Jacka, Producer dan Filmmaker Sinemaku Pictures.
Para Pemenang IYFF 2026

(Sumber: Dokumentasi Panitia IYFF 2026)
Penghargaan IYFF 2026 diberikan dalam sejumlah kategori untuk tingkat SMA/SMK dan universitas:
Untuk kategori SMA/SMK, Sekali Saja dari Yayasan Tangan Pengharapan meraih penghargaan Best Director, selanjutnya Hitam Putih dari SMAN Tambun Selatan meraih Best Script Writer, dan Kuripan dari SMAN 2 Semarang berhasil membawa pulang Best Film.
Sementara itu, kategori Universitas mencatat sejumlah pemenang, di antaranya Samsara dari Politeknik Negeri Media Kreatif sebagai Best Director, Serate dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta sebagai Best Script Writer, serta Roll or Die dari Politeknik Negeri Media Kreatif sebagai Best Film.
Selain itu, penghargaan lainnya diraih Karyaoke dari Politeknik Negeri Media Kreatif untuk Best Actor, Puppet dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta untuk Best Actress, Symphony dari LSPR Institute of Communication and Business untuk Best Editor, dan Allegory of a Woman dari UPN “Veteran” Jawa Timur untuk Best Cinematography.
Ketua Pelaksana IYFF 2026, Felicia Malinda Dewi, mengatakan bahwa film memiliki kekuatan yang lebih besar dari sekadar memberikan hiburan. Menurutnya, film juga dapat menjadi medium untuk membangun empati dan membuka sudut pandang baru terhadap berbagai persoalan di sekitar. Melalui IYFF 2026, Felicia juga berharap semakin banyak anak muda yang berani menyuarakan isu sosial melalui kreativitas dan karya mereka.
Penyelenggaraan IYFF 2026 pun menjadi bukti bahwa film dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan cerita, keresahan, sekaligus perspektif mereka terhadap berbagai persoalan sosial. Bukan cuma soal memenangkan penghargaan, setiap karya yang hadir menjadi cara bagi para sineas muda untuk menyampaikan cerita yang mungkin selama ini belum banyak didengar.
Yuk, terus dukung dan apresiasi karya sineas muda Indonesia yang berani menyuarakan cerita dan persoalan di sekitar kita melalui film dan karya-karyanya!
Writer: Ahmad Rizqi Syahputra
Editor: Tim News Director







