
Sumber: Dokumentasi Panitia PNJ Mengabdi)
Depok – Edufriend! Rangkaian kegiatan PNJ Mengabdi resmi berakhir pada Jumat (28/8) melalui kegiatan donor darah yang digelar di Gedung PUT lantai 4, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial yang diinisiasi oleh mahasiswa PNJ sekaligus mengajak berbagai pihak untuk turut merasakan semangat pengabdian dengan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui donor darah.
Beragam Aksi Mahasiswa PNJ Untuk Masyarakat
PNJ Mengabdi merupakan salah satu program kerja milik Departemen Sosial Budaya Masyarakat BEM PNJ yang mengajak mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta untuk turut terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui beberapa rangkaian, para mahasiswa yang tergabung dalam susunan kepanitiaan turun langsung dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.
Rangkaian PNJ Mengabdi berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dimulai dengan Grand Launching pada 27 Juli 2026 yang dilanjutkan dengan keberangkatan panitia menuju Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor pada 3 Agustus 2026.
Dedikasi Mahasiswa PNJ Untuk Desa Antajaya
Setibanya di Desa Antajaya, mereka menjalankan rangkaian pengabdian selama 3-12 Agustus 2026. Pemilihan Desa Antajaya dilakukan berdasarkan hasil survei yang menemukan adanya kebutuhan masyarakat dalam bidang ekonomi kreatif dan pembangunan.
Berbagai jurusan di PNJ turut berperan dalam kegiatan pengabdian ini dengan menerapkan pengetahuan sesuai bidang masing-masing, sehingga dalam pengabdian ini panitia menghadirkan beberapa aspek untuk membantu Desa Antajaya, yaitu pengajaran, lingkungan, pembangunan, kesehatan, dan ekonomi kreatif.
Berbeda dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya, PNJ Mengabdi 2026 memberikan perhatian lebih pada aspek pembangunan. Salah satu bentuknya adalah pemasangan lampu di area jalan yang berada di sekitar persawahan. Ide tersebut muncul dari pengalaman panitia selama berada di Desa Antajaya yang merasakan langsung kondisi jalan yang minim penerangan dan cukup menyulitkan ketika harus melintas. Pemasangan lampu diharapkan dapat membantu memberikan penerangan sekaligus membuat akses warga di sekitar area tersebut lebih nyaman.
Selama 12 hari, panitia menjalankan program kerja yang telah dipersiapkan sekaligus berinteraksi langsung dengan warga Desa Antajaya. Menurut, Naila, Project Officer PNJ Mengabdi 2026, antusiasme warga menjadi salah satu hal yang mendukung jalannya kegiatan selama di Desa Antajaya. Namun, panitia juga menghadapi tantangan seperti dalam hal berkoordinasi dengan aparatur desa. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat rangkaian pengabdian hingga selesai dilaksanakan.
Semangat Pengabdian Berlanjut Lewat Donor Darah
Setelah rangkaian pengabdian di Desa Antajaya selesai, PNJ Mengabdi kembali mengajak warga kampus untuk berkontribusi melalui kegiatan donor darah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa maupun pihak di lingkungan PNJ yang tidak dapat mengikuti pengabdian secara langsung di Desa Antajaya untuk tetap mengambil peran dalam semangat berbagi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PNJ Mengabdi membuktikan bahwa pengabdian dapat hadir dalam berbagai bentuk. Mulai dari pengajaran, pengembangan ekonomi kreatif, pembangunan desa, hingga donor darah, mahasiswa PNJ diajak untuk membawa ilmu dan kepedulian mereka agar dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Pengabdian tidak harus selalu dimulai dari hal besar. Jadi, yuk mulai dari hal sederhana yang ada di sekitar kita agar bisa melakukan perubahan yang bermanfaat bagi sesama!
Writer: Khayla Sasikirana
Editor: Tim News Director







