Ratusan Karya Mahasiswa Ramaikan UNJ Fashion Event x UNJ Fashion Year 2026

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta – Halo, Edufriend! UNJ Fashion Event x UNJ Fashion Year 2026 kembali digelar pada Sabtu (13/6) di The Luxus Grand Ballroom, Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam pagelaran busana tahunan tersebut, sebanyak 106 desainer muda menampilkan 200 karya yang terinspirasi dari tema “Lifelines: The Infinite Path”, sebuah refleksi tentang perjalanan hidup manusia yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pagelaran yang diselenggarakan oleh mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Tata Busana dan Desain Mode FT UNJ ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menampilkan hasil karya sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari selama masa perkuliahan. Tidak hanya menampilkan koleksi busana, acara ini juga menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas dan inovasi desainer muda di bidang fashion.

Runway UFE x UFY 2026 Tampilkan Empat Subtema dengan Visual Panggung yang Memukau

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Acara inti UNJ Fashion Event x UNJ Fashion Year 2026 resmi dimulai setelah rangkaian sambutan pembukaan. Runway kemudian menampilkan para model yang membawakan karya mahasiswa secara berurutan sesuai empat subtema, yaitu Celestial Aeternum, Innerverse: Persona & Shadow, Metahuman Sphere, hingga Re:Exist sebagai penutup.

Sepanjang pertunjukan, perpaduan lighting panggung yang dinamis, backsound yang mengiringi transisi antar-subtema, serta tata panggung yang tertata membuat suasana runway semakin hidup. Para penonton tampak antusias dan beberapa kali memberikan respons kagum terhadap detail serta konsep yang ditampilkan dalam setiap koleksi busana mahasiswa.

Rangkaian Persiapan Dimulai Sejak Agustus 2025

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Persiapan UNJ Fashion Event x UNJ Fashion Year 2026 telah dimulai sejak Agustus 2025. Seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana dan Desain Mode angkatan 2023 terlibat sebagai panitia penyelenggara yang terbagi ke dalam 12 divisi.

Dalam prosesnya, koordinasi antar divisi menjadi salah satu tantangan yang paling sering dihadapi, terutama dalam hal komunikasi yang harus berjalan secara intens dan terstruktur agar seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik.

Rangkaian kegiatan UFE x UFY 2026 sendiri diawali dengan pelaksanaan talkshow pada Kamis (21/5) sebagai pre-event. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan main event berupa pagelaran busana yang diselenggarakan pada Sabtu (13/6) di The Luxus Grand Ballroom, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lifelines: The Infinite Path Jadi Tema UFE x UFY 2026

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebelum pagelaran busana berlangsung, panitia menggelar sesi press conference untuk menjelaskan konsep yang diusung dalam UFE x UFY 2026. Ketua Pelaksana UFE x UFY 2026, Adisti Egi Rahmadona, menjelaskan bahwa tema “Lifelines: The Infinite Path” dipilih untuk menggambarkan fashion sebagai bagian dari siklus kehidupan manusia yang terus bergerak dan berkembang. Menurutnya, fashion dapat menjadi media untuk merefleksikan berbagai isu yang hadir di tengah masyarakat sekaligus menyampaikan pesan yang relevan dengan kondisi sosial dan lingkungan saat ini. Tema tersebut juga selaras dengan nilai Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong fashion sebagai sarana komunikasi dalam menyampaikan nilai keberlanjutan dan meningkatkan kesadaran sosial.

Untuk merepresentasikan tema “Lifelines: The Infinite Path”, UFE x UFY 2026 menghadirkan empat subtema yang menggambarkan berbagai fase dalam perjalanan kehidupan manusia, yaitu:

1. Celestial Aeternum

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Subtema ini menggambarkan awal kehidupan manusia atau fase kelahiran. Konsep ini divisualisasikan melalui dominasi warna putih dan pink yang merepresentasikan kesan lembut, bersih, dan awal yang baru. Pada subtema ini, para desainer menonjolkan estetika clean look, detail drapery, serta pendekatan zero waste melalui pemanfaatan bahan secara maksimal dalam proses perancangan busana.

2. Innerverse: Persona & Shadow

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Menggambarkan tatanan emosi manusia melalui eksplorasi dua sisi yang selalu ada dalam diri, yaitu sisi terang (persona) dan sisi gelap (shadow). Subtema ini menyoroti bagaimana kedua aspek tersebut membentuk kepribadian seseorang dan saling berdampingan dalam kehidupan manusia

Dalam visualisasi koleksi, Innerverse juga banyak mengeksplorasi penggunaan warna sebagai representasi emosi. Perpaduan warna-warna kontras digunakan untuk menggambarkan dinamika batin manusia yang tidak selalu stabil.

3. Metahuman Sphere

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Mengangkat isu kesetaraan sosial, gender, serta ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat, konsep ini divisualisasikan melalui teknik flashing, yaitu penggunaan benang-benang terurai sebagai simbol kompleksitas berbagai persoalan sosial. Selain itu, para desainer juga menghadirkan representasi profesi teknis melalui karya yang terinspirasi dari berbagai program studi di Fakultas Teknik UNJ. Melalui pendekatan tersebut, busana yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga merefleksikan peran dan kontribusi berbagai profesi dalam kehidupan masyarakat.

4. Re:Exist

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Merepresentasikan fase akhir kehidupan, Re:Exist menghadirkan koleksi dengan dominasi warna-warna gelap yang menciptakan kesan dramatis dan elegan. Para desainer mengeksplorasi siluet asimetris serta penggunaan material yang lebih kompleks, seperti viscose dan bludru, untuk menggambarkan kedalaman makna pada fase ini. Meski merepresentasikan akhir kehidupan, Re:Exist tidak dimaknai sebagai akhir dari sebuah perjalanan. Sebaliknya, subtema ini menggambarkan transformasi dan keberlanjutan, sejalan dengan konsep “Lifelines: The Infinite Path” yang melihat kehidupan sebagai siklus yang terus berlanjut.

Hasil Pembelajaran Mahasiswa Pendidikan Tata Busana dan Desain Mode

Pagelaran ini merupakan hasil implementasi dari dua mata kuliah yang ditempuh mahasiswa, yaitu Desain Produk dan Fashion Show Management. Pada semester lima, mahasiswa merancang serta merealisasikan karya busana yang kemudian ditampilkan dalam UFE x UFY 2026.

Memasuki semester enam, fokus pembelajaran beralih pada mata kuliah Fashion Show Management. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari sekaligus mengelola berbagai aspek penyelenggaraan pagelaran, mulai dari tata cahaya (lighting), konsumsi, pengelolaan panggung, hingga koordinasi keseluruhan jalannya acara.

Selama proses tersebut, mahasiswa turut mendapatkan pendampingan dari dosen Program Studi Pendidikan Tata Busana dan Desain Mode FT UNJ, yaitu Dr. Vera Utami Gede Putri, S.Pd., M.Ds., Rahayu Purnama, M.Pd., Ph.D., dan Sri Listiani, S.Pd., M.Ds. Pendampingan tersebut diberikan mulai dari proses pengembangan karya hingga pelaksanaan pagelaran, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif baik dalam bidang desain maupun manajemen fashion show.

Penampilan Icha Fiqri Meriahkan UFE x UFY 2026

(Sumber: Instagram @unjfashionevent)

Selain menampilkan ratusan karya busana, UFE x UFY 2026 juga menghadirkan penampilan spesial dari Icha Fiqri, penyanyi yang berhasil masuk jajaran Top 8 ajang pencarian bakat The Indonesian Next Big Star Season 2. 

Icha membuka rangkaian acara dengan membawakan lagu Never Enough sebelum para model memasuki runway. Penampilannya kembali hadir di tengah acara melalui lagu Cantik yang menjadi penghubung antara subtema kedua dan subtema ketiga.

Menjelang akhir pagelaran, Icha kembali menghibur penonton dengan membawakan lagu Sebuah Kisah Klasik milik Sheila On 7. Lagu tersebut menjadi penutup yang mengiringi berakhirnya rangkaian UNJ Fashion Event x UNJ Fashion Year 2026.

UFE x UFY 2026 menunjukkan bahwa fashion show ini tidak hanya hadir sebagai panggung peragaan karya, tetapi juga sebagai hasil dari proses panjang yang menghubungkan ide, pembelajaran, hingga eksekusi di atas runway. Setiap koleksi yang ditampilkan menjadi bagian dari rangkaian cerita yang utuh, dimana tema “Lifelines: The Infinite Path” diterjemahkan ke dalam visual tentang perjalanan hidup manusia melalui busana.

Kalau lo ada di UFE x UFY 2026 kemarin, koleksi atau momen mana yang paling lo ingat, Edufriend? 

 

 

Writer: Khayla Sasikirana

Editor: Tim News Director