Closing MoraFest 2026 Soroti Literasi dan Adaptasi

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta – Edufriend, MoraFest UNJ 2026 resmi ditutup melalui acara Closing Ceremony yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 setelah melewati serangkaian kegiatan seru yang penuh pembelajaran dan pengalaman. Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh program MoraFest yang mencakup C-Boost, C-Talk, C-Connect, Disrupsi, Pesta Literasi, hingga Business Plan Competition (BPC). 

Mengusung semangat “Empowering Minds, Advancing Ideas, Transforming the Future,” Morafest 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan ide, memperluas wawasan, dan membangun networking. Melalui Closing Ceremony, peserta diajak untuk merefleksikan perjalanan selama kegiatan sekaligus memperoleh insight baru melalui seminar inspiratif dan peluncuran Buku Pesta Literasu. 

MoraFest Jadi Ruang Berkembang bagi Generasi Muda

Selama pelaksanaannya, MoraFest 2026 menghadirkan berbagai program yang mendorong peserta untuk aktif berkreasi dan mengembangkan potensi diri. Mulai dari kompetisi Business Plan Competition, kegiatan literasi, hingga seminar dan diskusi, seluruh rangkaian acara dirancang untuk memberikan pengalaman belajar kompetitif dan edukatif.

Kegiatan ini menjadi wadah dan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan gagasan, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan membangun networking dengan peserta lainnya ataupun narasumber. Hal ini selaras dengan tujuan MoraFest, yaitu mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. 

Launching Buku Pesta Literasi Jadi Momen Berkesan

Salah satu agenda utama dalam Closing Ceremony adalah peluncuran dan penandatanganan Buku Pesta Literasi dan menjadi simbol bahwa setiap ide dan karya yang lahir selama kegiatan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. 

Mengangkat tema “Jejak Gagasan, Jejak Peradaban,” Buku Pesta Literasi menjadi wujud nyata semangat literasi yang terus dikembangkan dalam MoraFest 2026. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus menulis, berkarya, dan menyebarkan gagasan positif melalui literasi. 

Seminar Disrupsi Menekankan Pentingnya Adaptasi di Era Modern

Agenda menarik lainnya dalam Closing Ceremony adalah seminar Disrupsi yang menghadirkan Virdinda La Ode Achmad, S.H., selaku Founder dan CEO Juristic.id. Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi dan perubahan global yang berlangsung sangat cepat. Dengan demikian, kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu keterampilan yang penting dimiliki.

Ia juga menekankan pentingnya critical thinking, yaitu kemampuan memecahkan masalah, membangun relasi, serta empati sebagai bekal menghadapi masa depan. Menurutnya, kemampuan tersebut akan membantu generasi muda untuk tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi positif di tengah berbagai perubahan dunia yang terjadi. 

Sejalan dengan tema “Jejak Gagasan, Jejak Peradaban”, MoraFest 2026 menjadi bukti bahwa setiap ide, karya, dan proses belajar memiliki peran dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

Gimana, Edufriend? Kalau sebuah perubahan bisa dimulai dari satu gagasan, kira-kira gagasan apa yang ingin lo wujudkan mulai hari ini? Yuk, terus berkarya, belajar, dan berani mengembangkan ide-ide terbaik lo!

 

 

Writer: Zahra Indah Agustin

Editor: Tim News Director