Tiga Hari Penuh Karya dan Cerita di KindFolc Vol. 2
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Jakarta – Edufriend, Pernah gak sih lo datang ke sebuah event dengan niat “cuma lihat-lihat”, terus pas pulang malah bawa gantungan kunci, stiker, gelang, sampai foto photobooth? Nah, kurang lebih itulah yang terjadi di KindFolc Vol. 2. yang digelar pada 5–7 Juni 2026 di Main Lobby Sarinah Jakarta.
Selama tiga hari, Main Lobby Sarinah Jakarta disulap jadi rumah sementara bagi puluhan kreator lokal yang membawa karya-karya unik mereka. Mulai dari ilustrator, pembuat kerajinan tangan, brand kreatif, hingga penggiat art toys, semuanya berkumpul dalam satu ruang yang penuh warna dan ide segar.
Mengusung konsep “A Home for Art Folk“, KindFolc bukan cuma soal jualan karya. Event ini juga jadi ruang aman bagi para kreator untuk mencoba, berkembang, bahkan memulai perjalanan kreatif mereka tanpa takut dihakimi.
Surga Kecil Buat Pecinta Barang Lucu
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Salah satu hal yang bikin KindFolc menarik tentu deretan tenant kreatifnya. Ada lebih dari 30 creative participants yang memamerkan karya dengan ciri khas masing-masing.
Kalau suka aksesori lucu, booth Lingkar menawarkan berbagai gelang dan aksesori handmade dengan harga mulai dari Rp45 ribu. Sementara itu, Mewlook menghadirkan koleksi kacamata, kalung, gelang, hingga keychain warna-warni yang gemas dengan harga mulai Rp30 ribu.
Buat penggemar karakter original, Nonikarts menjual stiker, charms, keychain, pin, hingga PopSocket dengan ilustrasi karakter buatannya sendiri. Ada juga Pete Ijo yang sukses mencuri perhatian lewat karakter bebek ikoniknya yang hadir dalam bentuk pin, keychain, dan art print.
Kalau sedang mencari hadiah unik, booth Made by Indry menawarkan boneka rajut berbagai karakter hewan, kartun, hingga tokoh film dengan rentang harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp700 ribu.
Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menemukan berbagai produk pottery dan keramik seperti mug, mangkuk, hingga dekorasi rumah dari beberapa tenant seperti Jinjit Pottery dan Pingvin Potterie.
Yang menarik, ada pula blind box keychain bertema satwa dilindungi yang tidak hanya lucu, tetapi juga multifungsi karena bisa digunakan sebagai gantungan tas.
Singkatnya, hampir setiap beberapa langkah, selalu ada booth yang bikin pengunjung berkata, “AAAA gabisa, ini lucu banget!”
Bukan Sekadar Market, Tapi Tempat Main Juga
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Selain berburu karya kreatif, KindFolc Vol. 2 juga menghadirkan berbagai aktivitas yang bisa dicoba pengunjung.
Ada area Boardgame Activity yang dihadirkan bersama Asosiasi Pegiat Industri Board Gim Indonesia (APIBGI), lalu Kids Corner yang ramah untuk keluarga, hingga aktivitas membuat pin yang memungkinkan pengunjung membawa pulang karya kecil buatan mereka sendiri.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Oh iya, Edufriend, bagi para pengunjung yang datang bersama teman, keluarga, atau pasangan, area photobooth menjadi salah satu spot favorit untuk mengabadikan momen selama acara berlangsung. Cuma modal Rp39 ribu aja, lo udah bisa bawa pulang dua strip foto yang hasilnya jernih dan cakep banget. Lumayan kan buat kenang-kenangan seru setelah puas keliling acara? Nggak cuma hasil fotonya yang oke, pelayanannya juga ramah! Jadi bikin pengalaman foto-foto lo makin nyaman dan menyenangkan, deh.
Ngobrol Soal Industri Kreatif di KindFolc Talks
(Sumber: Instagram @kindfolc)
Di hari pertama, KindFolc juga menghadirkan sesi diskusi bertajuk “From Creative Practice to Creative Economy”.
Sesi ini menghadirkan Irene Umar selaku Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, visual artist Popomangun, serta Ketua Asosiasi Pegiat Industri Board Gim Indonesia Wira Dillon. Ketiganya membahas bagaimana sebuah karya kreatif dapat berkembang menjadi produk, komunitas, kolaborasi, hingga membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Diskusi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap stiker, ilustrasi, kerajinan tangan, maupun art toys yang dipamerkan, ada proses panjang, ide, dan kerja kreatif yang terus berkembang.
Lebih dari Sekadar Belanja
KindFolc Vol. 2 menunjukkan bahwa industri kreatif lokal punya begitu banyak warna yang layak mendapat ruang untuk tumbuh. Bukan hanya menjadi tempat untuk membeli barang-barang unik, acara ini juga menjadi titik temu antara kreator, komunitas, dan para penikmat karya kreatif.
Jadi, kalau akhir pekan kemarin timeline media sosial lo dipenuhi foto-foto gantungan lucu, keramik menggemaskan, atau hasil photobooth estetik dari Sarinah, besar kemungkinan mereka baru saja pulang dari KindFolc.
Karena di KindFolc, yang dibawa pulang bukan cuma barang belanjaan, tapi juga inspirasi dari banyak orang yang berani berkarya.
Writer: Salsabila Arfiani Putri
Editor: Tim News Director
