AIESEC in UNJ Ciptakan Ruang Bertumbuh dan Perkuat Jiwa Kepemimpinan Anggota Melalui Local Summit 8.0

(Sumber: Dokumentasi Tim AIESEC UNJ)

Jakarta, 16 Mei 2026 – Halo, Edufriend! AIESEC in Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan Local Summit 8.0, yaitu salah satu konferensi internal dalam kalender AIESEC in UNJ yang dirancang sebagai ruang pembelajaran bersama, dengan rangkaian sesi yang mempertemukan tujuan personal anggota dan misi besar AIESEC dalam pengembangan kepemimpinan. Kali ini, tema superhero DC Universe, khususnya Batfamily, digunakan sebagai metafora kepemimpinan untuk menekankan bahwa setiap anggota memiliki peran dan kekuatan yang saling melengkapi dalam AIESEC in UNJ, sekaligus mendorong delegasi mengenali potensi diri dan pentingnya kerja tim.

Hari Pertama: Menemukan Tujuan dan Memahami Peran dalam Organisasi

Rangkaian sesi hari pertama dibuka dengan Opening Plenary yang dipandu oleh Chair Zahra Amabel Putri Saputra, menciptakan suasana hangat bagi new members dan re-termers untuk lebih mengenal dan bersinergis.

Selanjutnya, sesi Entering Gotham and Finding Your Purpose dibuka dengan mengajak setiap delegasi memetakan motivasi dan nilai personal mereka, untuk kemudian menghubungkannya dengan why AIESEC, karena tanpa tahu alasan sendiri bergabung, kontribusi hanya akan menjadi rutinitas. Dilanjutkan oleh Nayla Putri Anandhita selaku LCP dengan Staying on Your Feet with the Weight of the Cape yang membawa sebuah refleksi tentang apa artinya benar-benar menanggung tanggung jawab dalam organisasi, dan bagaimana setiap tindakan membawa konsekuensi yang lebih luas dari yang disadari.

Menghadapi Ketakutan dan Memperkuat Kolaborasi

Sesi berikutnya, How Jason Transformed Fear into Meaningful Challenges hadir sebagai sesi yang personal. Para delegasi diajak menghadapi ketakutan dan keyakinan yang selama ini menghambat langkah mereka, lalu mengubahnya menjadi tantangan yang memotivasi. Topik ini kemudian dibahas lebih lanjut dalam sudut pandang yang lebih kolektif pada sesi We Are the Heroes Gotham Needs, dengan keyakinan bahwa kekuatan terbesar sebuah tim bukan soal siapa yang paling menonjol, tapi bagaimana peran yang berbeda-beda bisa saling melengkapi dan menguatkan.

Semangat kebersamaan tersebut semakin diperdalam melalui sesi Batfamily United: The Essence of Togetherness yang secara khusus membekali peserta dengan keterampilan kolaborasi tim. Bukan sekadar teori, sesi ini juga mendorong peserta untuk langsung merasakan dinamika yang sesungguhnya terjadi dalam kerja tim.

Membangun Identitas Profesional dan Refleksi Pada Hari Pertama

Hari pertama kemudian ditutup oleh external facilitator Aidil Tegar Ramadhan dalam sesi Batgirl: Be the Knight and Become Known. Di sini, peserta mendapatkan perspektif segar tentang pentingnya membangun identitas profesional. Sesi ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan dalam AIESEC harus juga tercermin dalam cara seseorang menempatkan diri di dunia yang lebih luas. Evening Plenary pun resmi menutup hari pertama dengan evaluasi pemahaman peserta secara interaktif, memastikan setiap pelajaran benar-benar membekas pada diri peserta.

(Sumber: Dokumentasi Tim AIESEC UNJ)

Hari Kedua: Belajar Bangkit dan Memaknai Tekanan

Hari kedua dibuka dengan Morning Plenary bersama Chair Zahra Amabel Putri Saputra, di mana suasana dibangun dan peserta diajak mengingat kembali benang merah dari seluruh sesi sebelumnya sebelum sesi-sesi berikutnya dimulai.

Why Do We Fall? To Learn to Pick Ourselves Back Up membuka hari dengan refleksi mendalam bahwa kesalahan dan inkonsistensi merupakan bagian dari proses, sementara yang terpenting adalah kesiapan individu untuk bangkit dan melanjutkan peran. Dilanjutkan dengan sesi Nightwing: The Pressure That Shapes the Sharpest Tool yang mengajak peserta untuk melihat tekanan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai tempat asah yang dapat membentuk karakter, sesuatu yang relevan tidak hanya dalam lingkup AIESEC, tapi juga kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa.

Membangun Legacy dan Dampak Jangka Panjang

Sesi Life after Tim Drake: The Legacy of Gotham, kemudian dibawakan dengan mengajak peserta berpikir lebih jauh sedari dini, tentang nilai yang akan mereka teruskan dan apa yang mereka tinggalkan untuk generasi berikutnya. Di sinilah banyak hal dari dua hari ini kemudian terasa menyatu bagi peserta:

“Local Summit ini benar-benar penuh insight dari Hari 1 sampai Hari 2 karena membantu memahami AIESEC jauh lebih dalam, bukan cuma cara kerjanya, tapi juga tujuan dan arahnya. Salah satu sesi yang paling bermakna bagi saya adalah saat kami membahas pentingnya memahami tujuan LC, karena ketika kita benar-benar tahu tujuan yang ingin dicapai, kita akan menemukan cara dan strategi yang paling tepat untuk mencapainya. Acara ini memberi saya banyak perspektif baru dan membuat saya lebih sadar bagaimana kita bisa berkontribusi lebih berdampak untuk LC dan AIESEC.” Ucap Kyla, selaku Delegasi Local Summit 8.0

Simulasi Kepemimpinan dan Penutupan Konferensi

Suasana kemudian dipenuhi semangat dan tawa hangat dalam sesi LCP Fictitious yang dipandu LCP Nayla Putri Anandhita bersama Chair Zahra Amabel Putri Saputra. Para anggota mendapat kesempatan merasakan bagaimana rasanya menjadi calon LCP dengan segala tantangan, keputusan, dan tanggung jawab yang menyertainya dalam format yang sederhana namun penuh dengan makna. Sesi ini menandai penutupan Local Summit 8.0 sekaligus meninggalkan suasana yang berkesan.

Komitmen AIESEC in UNJ dalam Pengembangan Kepemimpinan

Bagi Gatan, salah satu panitia yang ikut merancang program, Local Summit 8.0 mempunyai makna yang melampaui agenda dua hari:

“Menurut saya, Local Summit merupakan salah satu conference yang sangat penting karena melalui kegiatan ini, anggota AIESEC tidak hanya belajar mengenai kepemimpinan, tetapi juga diberikan awareness tentang pentingnya melanjutkan legacy dalam organisasi. Saya merasa AIESEC menjadi salah satu organisasi yang benar-benar memperhatikan bagaimana nilai, budaya, dan tujuan organisasi dapat terus diteruskan kepada generasi berikutnya. Dari conference ini, anggota tidak hanya berkembang secara individu, tetapi juga memahami bahwa setiap kontribusi yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak bagi keberlanjutan organisasi di masa depan.”

Melalui Local Summit 8.0, AIESEC in UNJ mendorong anggotanya untuk berani menghadapi tantangan, berkolaborasi, dan juga memahami peran mereka dalam organisasi. Konferensi ini menjadi bukti bahwa proses bertumbuh tidak hanya tentang mengembangkan diri secara individu, tetapi juga tentang bagaimana setiap anggota mampu menciptakan dampak bersama dan melanjutkan legacy organisasi untuk generasi berikutnya.

Edufriend, yuk, jadilah bagian dari anak muda yang siap tumbuh, memimpin, dan membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar!

 

 

Editor: Tim News Director